Jakarta,Globalnews7.id–Burhanuddin, seorang mahasiswa hukum dan aktivis, memberikan pandangannya terhadap situasi politik yang sering diwarnai dengan saling menjatuhkan dan mengungkap aib antara aktor-aktor politik, bahkan setelah masa jabatan mereka usai.jumat(10/01/2025)
Ia menyoroti pentingnya menghargai kontribusi pihak-pihak yang pernah memimpin, terlepas dari kekurangan yang ada. “PDIP, misalnya, memiliki jasa besar dalam menjaga kedaulatan negara di masa kekuasaan mereka. Meski ada perbedaan pandangan, seharusnya kita menghargai peran mereka. Mengungkap aib atau memojokkan mantan penguasa hanya akan menciptakan kegaduhan yang tidak perlu,” tegasnya.
baca juga:JAM-Intelijen Gelar Sosialisasi RPerpres Penertiban Kawasan Hutan untuk Optimalkan Tata Kelola Lahan
Burhanuddin juga mengajak seluruh elemen politik untuk mencari solusi damai dan membangun sinergi dalam transisi pemerintahan. “Politik tidak akan pernah bersih sepenuhnya, tetapi justru itulah tantangannya. Kita harus pandai menutup kelemahan demi menjaga kehormatan bangsa. Bangsa ini butuh kebersamaan, bukan perpecahan.”
Menurut Burhanuddin, kritik yang konstruktif harus diarahkan untuk kemajuan bersama, bukan untuk menjatuhkan lawan. Ia juga berharap agar para pemimpin dan partai politik menunjukkan kedewasaan politik yang dapat menjadi teladan bagi masyarakat. “Politik adalah seni membangun, bukan merusak. Jika kita gagal memahami ini, yang akan menjadi korban adalah rakyat,” pungkasnya.(red)












