ASN Kemendikti Saintek Geram: Menteri Dituding Jadikan Pegawai Babu Keluarga

Jakarta,Globalnews7.id–Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di kantor pusat kementerian di Jakarta.(20/01/15)

Mereka menuntut keadilan atas pemberhentian sepihak Neni Herlina, seorang pegawai di bagian rumah tangga, yang diduga menjadi korban perlakuan tidak manusiawi dari pimpinan kementerian.

Spanduk bertuliskan “Kami ASN, dibayar oleh negara, bekerja untuk negara, bukan babu keluarga” berkibar di tengah kerumunan. Para pegawai, mengenakan pakaian hitam sebagai simbol perlawanan, menyanyikan lagu kebangsaan dan meneriakkan yel-yel yang mengecam Menteri Satryo Soemantri Brodjonegoro. Situasi memanas ketika mobil dinas berpelat RI 25 yang membawa menteri tiba, dan demonstran langsung mengerumuni kendaraan tersebut sambil berteriak meminta transparansi.

Neni Dijadikan Kambing Hitam
Neni Herlina, pegawai yang menjadi pusat perhatian aksi ini, mengaku dipaksa mengurus keperluan pribadi keluarga menteri sejak pelantikan Satryo Soemantri. Ketika terjadi masalah kecil, ia diberhentikan secara mendadak tanpa melalui prosedur resmi. “Saya ini pegawai negara, bukan pembantu rumah tangga. Tapi tugas yang diberikan jauh dari tanggung jawab pekerjaan saya,” kata Neni dalam pernyataan kepada media.

Kementerian Dikelola Seperti Perusahaan Pribadi?
Demonstran juga menuding Menteri Satryo dan keluarganya memperlakukan kementerian seperti bisnis pribadi. “Institusi negara bukan perusahaan pribadi Satryo dan istri! #LawanMenteriDzalim,” demikian salah satu tulisan spanduk yang dibawa demonstran.

Pihak Kementerian Angkat Bicara
Menanggapi tuduhan ini, Sekretaris Jenderal Kemendikti Saintek, Togar M. Simatupang, menyebut aksi tersebut sebagai dinamika biasa dalam proses restrukturisasi organisasi. Ia mengklaim pihak kementerian siap berdialog untuk menyelesaikan persoalan. Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Menteri Satryo terkait tuduhan bahwa ASN dijadikan “babu” keluarganya.

Gelombang Ketidakpuasan Meluas
Aksi ini menjadi sinyal kuat adanya perlawanan terhadap pola kepemimpinan otoriter di kementerian. Para ASN menuntut agar praktik penyalahgunaan wewenang dihentikan dan kebijakan kementerian dijalankan dengan adil dan transparan.

Demonstrasi ini bukan sekadar protes biasa. Ini adalah seruan keras para pegawai negara terhadap perlakuan yang mereka nilai melecehkan martabat ASN. Akankah Menteri Satryo Soemantri memberikan tanggapan, atau justru memilih diam dalam badai protes ini?

(Red/pm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *