Kejagung Usut Dugaan Korupsi Laptop Rp9,9 Triliun, Nama Nadiem Makarim Disebut ,Belum Jadi Tersangka

Globalnews7.id,Jakarta-Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia tengah menyelidiki kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook senilai Rp9,9 triliun yang berlangsung di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada periode 2019 hingga 2022. Proyek ini merupakan bagian dari program digitalisasi pendidikan nasional.(31/05)

Dalam perkembangan terbaru, Kejagung telah memeriksa 28 orang saksi, termasuk dua mantan staf khusus Mendikbudristek saat itu, yaitu FH dan JT. Dari penggeledahan yang dilakukan, penyidik menyita sejumlah dokumen penting dan perangkat elektronik yang diduga terkait dengan perkara.

Meski nama Nadiem Makarim mantan Menteri Pendidikan dan pendiri Gojek ikut disebut dalam proses penyidikan, hingga kini belum ada penetapan dirinya sebagai tersangka. Kejagung pun menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap Nadiem masih merupakan kemungkinan, tergantung dari kebutuhan proses hukum dan temuan bukti di lapangan.

“Jika diperlukan dalam mengungkap kasus ini secara tuntas, tentu semua pihak yang relevan akan kami panggil, termasuk mantan pejabat,” ujar salah satu pejabat di Kejagung.

Adapun dugaan korupsi ini mencakup indikasi pemufakatan jahat, penggelembungan harga (mark-up), hingga potensi pengadaan fiktif. Temuan awal menunjukkan adanya pemaksaan penggunaan perangkat Chromebook dalam proyek tersebut, meski hasil uji coba sebelumnya disebut tidak optimal.

Kasus ini menyedot perhatian publik karena nilainya yang fantastis dan erat kaitannya dengan program strategis nasional di bidang pendidikan. Masyarakat pun menaruh harapan besar agar proses hukum berjalan transparan dan akuntabel.

Hingga berita ini diturunkan, Nadiem Makarim belum memberikan keterangan resmi terkait kemungkinan pemanggilan oleh pihak Kejaksaan. Ia diketahui telah mengakhiri masa jabatannya sebagai Menteri pada awal 2024.(bn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *