Breaking News
Globalnews7.id,Jakarta-Dewan Pimpinan Pusat Corruption Investigation Commiittee (CIC) menyoroti Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo Lasmono. Dimana serangkaian peristiwa yang melibatkan keluarga, orang-orang terdekat, hingga dinamika internal Kementerian PU memunculkan pertanyaan besar mengenai tata kelola kekuasaan di salah satu kementerian dengan anggaran terbesar di Indonesia, bahkan ada dugaan indikasi “Bermain” dengan pengusaha cangkang untuk menjalankan aksinya.
Peristiwa bermula dari adanya bocoran dokumen kunjungan kerja (kunker) Kementerian PU ke New York, Amerika Serikat, yang memuat nama istri dan putri Menteri Dody dalam daftar delegasi resmi agenda Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 13–19 Juli 2026 lalu.
Chairman CIC R.Bambang.SS menegaskan,”Enak saja memggunakan fasilitas negara, dimana dokumen yang beredar menunjukkan nama istri Menteri PU, Irma Hermawati, tercantum menggunakan paspor diplomatik, sementara putrinya, Aurellia Tsabitha Meidirama, masuk dalam daftar delegasi dengan paspor biasa, saya minta kepada KPK, Polri dan Kejaksaan Agung segera melakukan penyidikan terhadap Menteri PU Dody Hanggodo Lasmono yang merasa dirinya memiliki kekuasaan bersar di negara ini,” tegas R.Bambang.SS Selasa (14/7/2026) kepada wartawan di Jakarta.
R.Bambang.SS menambahkan,hal yang dilakukan Menteri PU Dody Hanggodo ini sudah jelas melakukan korupsi intlektual dari kasus ini akan terkuak kasus korupsi lainnya.
CIC menilai
,Keberadaan anggota keluarga dalam rombongan resmi memicu tanda tanya publik, terlebih karena waktu perjalanan berdekatan dengan final Piala Dunia 2026 yang berlangsung di kawasan New York-New Jersey.
“Saya minta kepada pihak yang berkompetisi segera melakukan penyidikan terhadap Menteri PU Dody Anggodo, jangan merasa orang paling berkuasa seenaknya masukan nama istri dan anak dalam rombongan diplomatik,”ungkap Chairman CIC R.Bambang.SS.
Secara aturan, keikutsertaan pasangan menteri memang dimungkinkan. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 164/PMK.05/2015 memperbolehkan biaya perjalanan dinas luar negeri bagi istri atau suami menteri dibebankan kepada negara apabila forum internasional mengharuskan atau memperkenankan pendampingan serta memperoleh persetujuan Presiden.
CIC menyoroti terhadap keluarga Menteri Dody tidak berhenti pada polemik kunker.
“Aurellia kembali menjadi perhatian setelah profilnya yang sebelumnya menunjukkan posisinya sebagai Business Development Junior Analyst di PT Vale Indonesia Tbk mendadak tidak dapat diakses ketika isu kunker sedang ramai diperbincangkan,dan masih ada “Aroma Busuk Korupsi” dalam Kementerian PU,” pungkasnya.
(PN)












