CIC Dukung Polri Usut Tuntas Kasus Firli Bahuri

  • Share

BREAKING NEWS

Jakarta-Globalnews7.id

Ketua Umum DPP CIC Raden Bambang.SS mendukung pihak Polri untuk mengusut tuntas kasus perkara dugaan pemerasan yang dilakukan mantan Ketua KPK Firli Bahuri terhadap eks Menteri Pertanian tersangak Syahrul Yasin Limpo.

Dewan Pimpinan Pusat Corruption Investigation Commiittee (CIC) sangat mendukung langkah pihak Polri untuk mengusut tuntas kasus dugaan pemerasan yang dilakukan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri kepada mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang kini telah menjadi tersangka di KPK.

[Mantan ketua kpk firli bahuri tersangka dugaan pemerasan sharul yasin limpo mentan]

Ketua Umum CIC Raden Bambang.SS menegaskan,” CIC akan terus mendukun Polri,yang mana ada pernyataan Firli terkait adanya serangan balik dari para koruptor dinilai mengada-ada. Sebab, Ketum CIC menyebutkan, tak ada pegawai KPK yang membela Firli dalam kasus dugaan pemerasan kepada tersangka Syarul Yasin Limpo mantan Mentan itu.CIC meminta kepada pihak Polri agar segera menuntaskan pengusutan kasus dugaan pemerasan yang dilakukan mantan Ketua KPK Firli,”tegas Raden Bambang.SS, Rabu (29/11/2023) kepada wartawan di Jakarta.

CiC Mengapresiasi tindakan Polda Metro Jaya yang telah menetapkan Firli Bahuri sebagai tersangka. Semoga sikap terpuji ini terus dikembangkan secara sistemik dan merata untuk kasus-kasus lainnya.

Raden Bambang.SS mengatakan,”Mendorong aparat kepolisian, kejaksaan, dan kehakiman untuk tidak ragu sedikit pun mengusut kasus dugaan korupsi ini dengan cermat, objektif, dan tuntutan serta hukuman yang seberat-seberatnya dan seadil-adilnya,” ungkap Ketua Umum CIC.

Raden Bambang.SS,mengatakan penetapan Firli sebagai tersangka merupakan wujud kepekaan Polri dalam penegakan hukum dan respons positif, independensi, dan tanggung jawab Polri atas praktik korupsi sebagai kejahatan politik di Indonesia. Menurutnya, praktik korupsi dalam bentuk suap dan gratifikasi semakin meluluhlantakkan sendi-sendi kekuatan negara dari kewajiban, terutama melindungi rakyat.

Ketua Umum CIC Raden Bambang.SS menyebutkan,” Praktik suap, gratifikasi, dibarengi dengan tindakan dibalik seragam,jelas hal ini seperti “Dajal Berujud” manusia yang melakukan pemerasan oleh mereka yang sedang mengemban jabatan publik jelas sekali menampakkan praktik kelakuan manusia yang tidak beradab yang lebih rendah daripada binatang,” ujarnya.

“Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 e, 12 B atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 65 KUHP yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya pada sekitar tahun 2020-2023,” pungkasnya.

CIC akan terus mendukung Polri serta menjadi garda terdepan para penegak hukum,baik itu Polri,Kejagung,Mahkamah Agung dan KPK.

(Burhan)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *