Rudapaksa Anak Kandung,Ayah Bejat Ini Di Hukum !0 Tahun Penjara

  • Share

Ambon,Globalnews7.id-Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ambon menghukum Abdul Rauf,terdakwa Rudapaksa dan persetubuhan terhadap anak kandungnya sendiri yang masih dibawah umur dengan pidana 10 tahun penjara

Vonis tersebut dibacakan majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon yang diketuai hakim Ismail Wael didampingi dua hakim anggota lainya dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Ambon,Kamis(4/7).

Majelis hakim dalam putusannya menyatakan,terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah melanggar pasal 81 ayat(3)dan pasal 82 ayat(2)UU RI No 23 tahun 2022 tentang Perlindungan Anak.

Menjatuhkan putusan oleh karena itu terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 10 tahun dan denda sebesar Rp.60 juta subsider 3 bulan kurungan,”ucap hakim Ismail Wael saat membacakan putusan majelis hakim.

Adapun hal yang memberatkan terdakwa menurut majelis hakim,terdakwa dituntut penjara karena perbuatannya mengakibatkan korban merasa trauma dan ketakutan,sebab diancam dan merusak masa depan korban

Sementara hal_hal yang meringankan berdasarkan pertimbangan majelis hakim adalah,terdakwa bersikap sopan,mengakui perbuatannya dan belum pernah dihukum.

Atas putusan tersebut,baik JPU maupun terdakwa melalui penasehat hukumnya menyatakan pikir-pikir.

Untuk diketahui perbuatan terdakwa terhadap korban pertama kali dilakukan pada bulan Desember 2023 sekitar pukul 22.30 WIT di salah satu desa di Kecamatan Saparua Kabupaten Maluku Tengah.
.
Perbuatan terdakwa dilakukan ketika istrinya pergi ke Pulau Ambon untuk persiapan acara pernikahan salah satu kerabat mereka.

Sementara korban yang baru berusia 15 tahun dan merupakan anak tertua bersama kedua adiknya tinggal bersama terdakwa.

Disaat korban sementara mencuci piring dan kedua adiknya sedang bermain di ruang tamu,muncul niat terdakwa mendekati korban dari belakang dan merampas bagian sensitif korban.

Korban yang merasa kaget dan hendak berteriak diancam oleh terdakwa dan perbuatan ini dilanjutkan dengan melakukan persetubuhan,dan terdakwa mengatakan kepada korban harus mengikuti kemauannya.

(Nn-05)
Editor,Burhan

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *