Daerah  

VIRAL:Padepokan nur dzat sejati didatangi pesulap merah

Jatim-Globalnews7.id

BLITAR – adu kesaktian pesulap merah dengan Gus Samsudin itu hal yang tidak mukin dilakukan secara logika pesulap dengan supranatural, paranormal itu jauh berbeda pesulap belajar trik-trik bisa terjadi dan bisa juga gagal.

sementara paranormal spritual meminta kepada yang maha kuasa itu bisa terjadi dan juga mukin tidak bisa karena kehendak yang maha kuasa.wajar Gus menolak untuk uji kesaktian hal tabu

Di lihat dalam Video menantang adu kesaktian antara pria berpakaian serba merah dan berambut merah, yang disebut-sebut sebagai pesulap merah, dengan Samsudin Jadab atau juga dikenal Gus Samsudin, viral di media sosial. Adu sakti itu dihentikan oleh seorang kepala desa di tempat gus.
Dalam video tersebut, juga terlihat saat penghentian adu kesaktian berlangsung, terlihat ada dua warga yang menggunakan seragam ormas bersitegang. Viralnya video adu kesaktian tersebut, justru banyak tidak dipercaya oleh warga sekitar.

Adu kesaktian antara pesulap merah dengan Gus Samsudin itu, diduga terjadi di Padepokan Nur Dzat Sejati milik Gus Samsudin. Warga sekitar padepokan itu, meragukan bahkan tidak percaya akan kemampuan gaib yang disebut-sebut dimiliki Gus Samsudin.

Padepokan Nur Dzat Sejati yang menjadi viral di media sosial, akibat adu kesaktian tersebut, berada di Desa Rejowinangun, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Marcel Radhival atau terkenal dengan nama Pesulap Merah mendatangi padepokan itu, untuk membuktikan kesaktian pemilik padepokan.

Belum sempat keduanya melakukan adu kesaktian, ternyata kedatangan Marcel Radhival sudah dihalangi oleh orang yang mengaku sebagai kuasa hukum padepokan. Penghadangan itu, menimbulkan keributan di lingkungan sekitar padepokan.
(foto tangkapan layar YouTube)

Karena ada keributan, akhirnya Kepala Desa Rejowinangun, Bagas Wigasto mendatangi lokasi padepokan tempat adu kesaktian, dan meminta foto KTP Marcel Radhival atau Pesulap Merah. “Dua orang yang pakai seragam ormas, sudah kami minta ke daerah masing-masing,” tegasnya.
Salah seorang warga Desa Rejowinangun, Ardi mengaku tidak terlalu mempercayai kesaktian yang dimiliki Gus Samsudin Jadab. “Selama ini yang banyak datang ke Padepokan Nur Dzat Sejati, justru dari luar daerah. Kalau warga di sini tidak ada,” tuturnya.

Padepokan Nur Dzat Sejati memiliki luas tanah lebih dari satu haktare. Untuk masuk pondok yang memiliki santri sekitar 70 orang ini, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, salah satunya didata terlebih dahulu. Padepokan ini ramai oleh warga dari luar daerah, karena hendak berobat.dikutp Sindonews
Tempatnya sungguh terkenal dalam pengobatan nya dan muridnya juga banyak.

(PM/BN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *