Tangsel,globalnews7.id–Dugaan praktik pungutan liar (pungli) di Samsat Ciputat semakin menjadi perhatian publik. Pelayanan yang seharusnya memberikan kenyamanan bagi masyarakat kini justru memicu keresahan.kamis(9 Januari 2025)
Kanit Samsat Ciputat dan Pahmin dituding membiarkan praktek pungli terus berlangsung, bahkan semakin parah.
Afif Abdul, seorang narasumber di Tangerang Selatan, mengungkapkan kepada GlobalNews7.id bahwa pelayanan di Samsat Ciputat penuh dengan keluhan masyarakat. “Kapolda dan Dirlantas Polda Metro Jaya harus segera mencopot Kanit dan Pahmin Samsat Ciputat. Pungli di sini sudah sangat meresahkan dan mencoreng citra kepolisian,” ujarnya, Kamis (9/1/2025).
Abdul menegaskan, pembiaran praktik pungli hanya akan memperburuk reputasi kepolisian. Ia meminta Kapolri mengambil langkah tegas dengan menerapkan pengawasan ketat di seluruh pusat pelayanan publik, khususnya Samsat. “Kalau tidak ada tindakan, pungli ini akan terus menjadi budaya buruk yang merusak sendi-sendi pelayanan publik kita,” tambahnya.
Tak hanya Abdul, Matroji, seorang tokoh masyarakat, juga menyuarakan hal serupa. Menurutnya, pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, harus memerintahkan Kapolri dan Kapolda untuk memberantas tuntas pungli yang sudah menjadi penyakit kronis di Samsat Ciputat. “Pungli itu hampir sama dengan korupsi. Pelayanan di Samsat Ciputat sudah kacau dan perlu pembenahan mendasar. Kanit dan Pahmin yang tidak becus harus dicopot agar pelayanan prima untuk masyarakat bisa terwujud,” tegas Matroji.
Ia juga menyoroti ketidakjelasan aliran dana dari pungli yang dilakukan. “Denda pajak yang seharusnya masuk ke kas negara, justru tidak jelas kemana arahnya. Hal ini sangat meresahkan masyarakat,” tutup Matroji.
Masyarakat Tangerang Selatan kini menunggu langkah tegas dari Kapolda Metro Jaya. Jika pembiaran ini terus berlanjut, dikhawatirkan kepercayaan publik terhadap kepolisian akan semakin tergerus.(pm)












