Daerah  

Prof Karomani, Rektor Unila yang Terjaring OTT KPK Saat “Outbond” di Bandung,

Lampung-globalnews7.id

Rektor Universitas Lampung (Unila) Karomani terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Sabtu (20/8/2022) dini hari.

Selain Karmani, KPK juga turut menangkap tujuh orang termasuk di dalamnya pejabat Unila.

Mereka ditangkap di dua wilayah yakni Bandung, Jawa Barat dan Lampung. Tujuh orang tersebut ditangkap atas dugaan suap terkait penerimaan mahasiswa jalur mandiri di Unila.

Plt Direktur Jenderal Pendidikan tinggi, RIset, dan Teknologi (Dirjen Dikti RIstek) Kemendikbud RIstek Nizam mengaku sedih mendengar kabar penangkapan tersebut.

“Astagfirullahaladzim. Saya pribadi sangat sedih dengan kejadian ini. Tidak menyangka rektor sampai kena OTT,” kata Nizam.

Diduga Karomani ditangkap saat mengikuti acara outbond di Bandung.

Dari pers rilis humas Unila yang ditayangkan di website kampus tersebut, Rektor Karomani sedang mengikuti kegiatan character building di Hotel Sari Ater, Lembang.

Kegiatan tersebut juga diikuti oleh para wakil rektor dan Tim Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) selama empat hari sejak 17 – 20 Agustus 2022.

Juru bicara rektor Unila Kahfie Nazaruddin membenarkan saat ini Karomani sedang tidak berada di Bandar Lampung sejak Rabu kemarin.

“Setahu saya dari 17 Agustus kemarin rektor dan rombongan ke Bandung, ada kegiatan character building,” kata Kahfie saat dihubungi, Sabtu (20/8/2022).
Karomani yang diduga menerima suap terkait penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri memiliki harta kekayaan Rp 3.186.500.461 atau Rp 3,1 miliar.

(kondisi rumah saat ini sepi)

Karomaini juga tercatat memiliki harta bergerak lain sebanyak Rp 91.100.000 dan harta berupa kas dan setara kas senilai Rp 2.594.955.262.

Dia tercatat memiliki utang sebanyak Rp 476.869.801. Dengan demikian, jumlah keseluruhan harta kekayaannya Rp 3.186.500.461.

Karomani lahir di Pandeglang, 30 Desember 1961.

Ia terpilih menjadi rektor Unila pada Oktober 2019 mengalahkan dua kandidat lainnya yakni Prof Bujang Rahman dan Prof Muhammad Kamal.

(Kabiro lampung)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *