Globalnews7.id,Jakarta-Situasi pemerintahan Provinsi Riau yang tengah bergejolak pasca penangkapan Gubernur Abdul Wahid oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memunculkan berbagai pandangan dari tokoh nasional dan aktivis antikorupsi. Salah satunya datang dari Cecep Cahyana, Koordinator Nasional Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI), yang menilai bahwa H. SF Hariyanto, selaku Wakil Gubernur Riau, merupakan figur yang paling layak dan pantas memimpin Riau ke depan.
Menurut Cecep, sosok SF Hariyanto dikenal sebagai birokrat murni yang berpengalaman, jujur, dan memahami anatomi pemerintahan daerah. Selama mendampingi Gubernur, ia dinilai banyak bekerja dalam senyap tanpa mencari panggung, namun hasil kerjanya nyata dirasakan masyarakat.
“Riau membutuhkan pemimpin yang bersih, berintegritas, dan mengutamakan kepentingan rakyat. Dari rekam jejak yang ada, H. SF Hariyanto menunjukkan sikap profesional dan konsisten dalam menjaga tata kelola pemerintahan yang baik. Ia bukan sosok yang banyak bicara, tapi banyak bekerja,” ujar Cecep Cahyana di Jakarta, Rabu (5/11/2025).

Cecep menegaskan, momentum ini seharusnya menjadi titik balik bagi Riau untuk memperbaiki kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah. Ia menilai figur SF Hariyanto dapat menjadi simbol pemulihan moral dan administrasi di tubuh birokrasi Riau.
“Kami dari Komite Anti Korupsi Indonesia melihat bahwa langkah terbaik adalah memberikan kesempatan kepada tokoh yang memiliki komitmen kuat terhadap reformasi birokrasi dan transparansi. H. SF Hariyanto memiliki karakter itu. Beliau memahami persoalan internal, punya jaringan kuat di pemerintahan, dan diterima oleh banyak kalangan,” lanjut Cecep.
Ia juga mengingatkan bahwa penegakan hukum dan reformasi tata kelola pemerintahan harus terus dilanjutkan secara konsisten. “Riau butuh figur pemersatu, bukan hanya pejabat. Butuh sosok yang menenangkan, membangun, dan bekerja untuk rakyat. Kami melihat hal itu ada pada diri H. SF Hariyanto,” tutupnya.
Dengan demikian, kehadiran SF Hariyanto sebagai sosok yang tenang, bersih, dan berpengalaman menjadi harapan baru bagi masyarakat Riau untuk bangkit dari krisis kepercayaan dan menuju pemerintahan yang lebih transparan, berintegritas, dan berpihak kepada rakyat.(bn)












