Globalnews.7.id,Jakarta– Pengacara internasional Erles Rareral, S.H., M.H, kembali menyampaikan pandangannya terkait dinamika politik nasional yang belakangan memanas. Menurut Erles, berbagai isu yang berkembang, termasuk perdebatan mengenai dokumen akademik Presiden Joko Widodo serta posisi Gibran Rakabuming Raka wakil presiden, seharusnya tidak menjadi pemecah bangsa.
Erles menegaskan bahwa kondisi saat ini membutuhkan sosok penengah yang dapat meredam ketegangan dan menghadirkan solusi. Dalam kapasitasnya sebagai advokat yang telah lama berkecimpung di dunia hukum internasional, ia menilai bahwa negeri ini membutuhkan figur pemersatu bagi semua kelompok.
“Wahai Indonesiaku, marilah kita bergandengan tangan mewujudkan negeri yang makmur. Saatnya semua pihak duduk bersama dan memilih jalan persatuan,” ujar Erles Rareral menekankan.
Pada kesempatan yang sama, Erles Rareral juga menyinggung perlunya tokoh yang memiliki rekam jejak moral dan integritas kuat untuk membantu menjaga stabilitas pemerintahan ke depan. Ia pun menawarkan nama Nasarudin Umar, seorang tokoh agama nasional, untuk mendampingi Jenderal Prabowo dalam memperkuat pembangunan nasional dari sisi moralitas, spiritualitas, dan keadilan sosial.
“Bangsa ini memerlukan keseimbangan. Seorang tokoh militer yang tegas harus didampingi sosok religius yang bijak. Itu akan menciptakan harmoni dalam pemerintahan serta memberikan keteladanan kepada rakyat,” pungkasnya.
Erles Rareral mengimbau masyarakat agar tidak mudah terbawa narasi yang bersifat memecah belah, terutama menjelang dinamika politik yang terus berkembang. Menurutnya, perbedaan pilihan adalah hal wajar, namun tidak boleh menghilangkan rasa kebersamaan sebagai satu bangsa.
Sebagai penengah, ia menekankan bahwa Indonesia hanya dapat maju apabila masyarakat, elite politik, dan tokoh publik bersatu dalam tujuan yang sama: membangun Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat.(pn)












