ASAHAN-globalnews7.id
Proyek pembangunan jalan yang dikerjakan bersumber dari Dana Kelurahan tahun 2022 di Bunut Lingkungan I, Kelurahan Bunut Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan di sinyalir tidak sesuai Bestek dan asal jadi.
Pasalnya proyek tersebut di duga tidak menggunakan batu krikil dan alas untuk kekuatan jalan. Hal itu terlihat ketika Dewan Pimpinan Wilayah Sumut Corruption Investigation Commiittee (CIC) l mendatangi lokasi pengerjaan yang baru saja selesai, Kamis (14/7/2022) yang berlolasi di Bunut Lingkungan 1.
Pengerjaan proyek yang bersumber dari Dana Kelurahan tahun 2022 dengan nilai pengerjaan sebesar Rp 48 juta dikerjakan secara swakelola pada Juli 2022 ini, namun sayang ketika CIC melakukan investihasi serta pengecekan jalan , terlihat tidak menggunakan batu krikil sebagai bahan campuran untuk jalan tersebut yang panjangnya 100 meter.

Ketua DPW CIC Sumut Ricardo H Simbolon menegaskan,”
Pengerjaan proyek jalan yang panjangnya 100 meter tersebut disinyalir tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), bahkan dinilai asal jadi. Hal inl terindikasi proyek sarat dengan penyalahgunaan anggaran yang bersumber dari Dana Kelurahan tahun 2022 oleh oknum Lurah Bunut,karena anggaran sebesar Rp 48 juta yang diterima Awel pihak pemborong hanya Rp 20 juta,sehingga proyek jalan dibuat adal jadi, untuk itu CIC minta Kejari Asahan agar mengusut tuntas kasus ini ,”tegas Ricardo H Simbolon kepada wartawan Kamis (14/7/2022) di Asahan.
Ricardo H Simbolon memaparkan, sangat jelas terlihat pengerjaan proyek jalan ini disinyalir asal jadi dan tidak sesuai dengan bestek, ada dugaan tindak pidana korupsi anggaran Dana Kelurahan yang lakukan oleh Lurah Kelurahan Bunut,”ujarnya kesal.
(KETUA DPW CIC Sumut Richardo h Simbolon)
CIC berharap kepada pihak yang berkompeten dan penegak hukum segera memeriksa Lurah Bunut dalam kasus proyek jalan di lingkungan 1 Bunut Kecamatan Kisaran Barat Kabupaten untuk memepertanggung jawabkan atas perbuatannya, seharusnya lurah bunut dapat memaksimalkan mutu pengerjaan jalan tersebut guna menghasilkan kualitas pekerjaan yang bermutu dan tahan lama yang sesuai perencanaannya, agar jalan tidak jadi sia-sia”,pungkas Ricardo H Simbolon.
(Siong/Burhanuddin)












