Globalnews7.id,Timika, Papua Tengah – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Pangkogabwilhan III), Lucky Avianto, memastikan seluruh prajurit TNI khususnya yang berada di bawah kendali Kogabwilhan III memilih tidak mudik Lebaran Idul Adha dan tetap bersiaga di pos tugas masing-masing demi menjaga keamanan serta kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di Tanah Papua.kamis(28/05/2026)
Pernyataan tersebut disampaikan Letjen TNI Lucky Avianto usai melaksanakan Sholat Idul Adha bersama ratusan prajurit TNI dan menyerahkan hewan kurban di Masjid An-Nur, Mayon Batalion 754, Timika, Papua Tengah.
Menurutnya, pengabdian prajurit TNI di Papua bukanlah hal baru. Sebagian besar personel TNI bahkan telah beberapa kali merayakan hari besar keagamaan, termasuk Lebaran, jauh dari keluarga dan kampung halaman demi menjalankan tugas negara.
Meski sebagian personel mendapat kesempatan untuk pulang, para prajurit yang tergabung dalam satuan tugas di Papua, termasuk pejabat utama Kogabwilhan III, memilih tetap berada di daerah penugasan. Bahkan, banyak di antara mereka yang belum mudik selama beberapa tahun terakhir.
“Bagi prajurit TNI, Lebaran bukan hanya tentang pulang kampung, tetapi bagaimana menjadikan tempat tugas sebagai rumah dan masyarakat sebagai keluarga yang harus dijaga dan dilindungi,” ungkap Lucky.
Di tengah medan tugas yang penuh tantangan, suasana Lebaran di Papua tetap terasa hangat dan penuh kebersamaan. Para prajurit merayakan Idul Adha secara sederhana dengan saling berbagi makanan, cerita, serta doa bersama untuk mengobati kerinduan terhadap keluarga di kampung halaman.
Lebaran bagi prajurit TNI di Papua memiliki makna mendalam.Selain menjadi momentum ibadah, Hari Raya Idul Adha juga menjadi simbol pengabdian, keteguhan hati, dan persaudaraan antar sesama prajurit maupun dengan masyarakat Papua.

Setiap gema takbir yang berkumandang di pos-pos penjagaan, wilayah pedalaman, hingga pegunungan Papua menjadi pengingat bahwa menjaga negeri adalah bagian dari ibadah dan pengabdian suci kepada bangsa dan negara.
Lucky menilai, momen Lebaran juga menjadi jembatan kemanusiaan antara TNI dan masyarakat Papua. Kehadiran prajurit di tengah masyarakat bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai saudara, pelindung, dan bagian dari kehidupan rakyat Papua.
“Rindu terhadap keluarga bukan menjadi kelemahan, melainkan bahan bakar semangat pengabdian demi menjaga Merah Putih tetap berkibar di Tanah Papua,” tegasnya.
Semangat pengorbanan para prajurit TNI tersebut menjadi gambaran nyata bahwa pengabdian kepada bangsa dan negara dilakukan dengan penuh keikhlasan, bahkan dengan mengorbankan kebersamaan bersama keluarga pada momen Hari Raya Idul Adha.
(Pn)












