Ferienjob Tidak Dibenarkan Karena Memecah Konsentrasi Mahasiswa Dalam Study

Jakarta,Globalnews7.id-Belakangan muncul program ferienjob yang dibuat oleh pemerintah Jerman agar mahasiswa Indonesia bekerja saat libur semester namun menuai masalah diduga menjadi korban TPPO/kejahatan perdagangan orang.

Diketahui ada 33 Kampus yang menjalankan program ini, diharapkan pihak kampus selektif/berhati-hati dalam menerima tawaran magang keluar negeri. Kemendikbudristek tegas soal ferienjob yakni bukan bagian dari program MBKM namun ferienjob itu kesempatan bagi mahasiswa yang sedang liburan untuk bekerja.

Menurut Prof Sumaryoto untuk di Unindra kebetulan mahasiswa tidak berminat dengan program ferienjob karena lebih memilih MBKM dengan program magang diperusahaan dalam negeri dengan mendapat imbalan semacam transport ketimbang harus ke luar negeri.

“Karena nanti persoalannya adalah terkait masalah beban study tidak diselesaikan tepat waktu,”ujar Prof Sumaryoto Rektor Unindra kepada GLOBALNEWS7.ID, di Jakarta, Jumat (30/03/2024).

Sebenarnya tambah Prof Sumaryoto program ferienjob adalah bekerja tidak penuh waktu artinya paling tidak akan menyita tenaga pikiran sehingga banyak terbengkalai kuliahnya itu yang jadi masalah.

“Apalagi magang diluar negeri menyita waktu, jarak itu yang menjadi alasan mahasiswa Unindra tidak memilih ferienjob,”imbuhnya

Masih menurut Prof Sumaryoto persoalan mendasar program ferienjob adalah konsentrasi mahasiswa bisa terbelah antara study dan bekerja ini yang tidak boleh.

“Yang study penuh saja belum tentu bisa menjamin selesai studi tepat waktu apalagi yang tenaga dan pikiran sambil bekerja ( walaupun selama libur) akan memecah konsentrasi mahasiwa ini menjadi problem serius. Hal tersebut bagi mahasiswa cenderung berdampak negatif , khususnya yang sedang kuliah, kecuali magang dibolehkan karena sifatnya mempraktekan ilmu pada dunia kerja tapi kalau ferienjob tidak dibenarkan.

Lebih lanjut Prof Sumaryoto menyatakan kedepan ada program mandiri MBKM artinya lembaga harus siap-siap mendanai anggaran bukan dari pemerintah.

“Tapi dengan progam mandiri perguruan tinggi lebih leluasa untuk mencari partner/mitra yang sekiranya nanti bisa saling mengisi dan memberikan kemanfaatan,”tandasnya.

(s handoko)

Editor:burhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *