JAKARTA-globalnews7.id
Dewan Pimpinan Pusat Corruption Investigation Commiittee (CIC) meminta kasus pemukulan terhadap Kombes Sumarji oleh Ofisial Thailand harus diusut secara hukum,sehingga jadi pelajaran pihak lain,dan CIC mengutuk keras terkait kasus ini. Dalam pertandingan hal yang biasa menang atau kalah,namun tidak diperbolehkan melakukan tindakan yang melanggar hukum,karena negara kita berdaulat.

Ketua Umum CIC Raden Bambang.SS menegaskan,” Peristiwa itu dimana Manajer Timnas Indonesia, Kombes Pol Sumardji menjadi korban pemukulan dari ofisial Timnas Thailand. Sumardji jatuh tersungkur saat dikerubuti puluhan ofisial dari Timnas Thailand.
Peristiwa itu terjadi usai Timnas Garuda mencetak gol di awal babak pertambahan waktu, Terlihat wajah Sumardji memerah dengan bagian hidung dan mulut agak berdarah, dan hal yang dilakukan pihak Thailan sudah melecehkan tim Indonesia,” tegas Raden Bambang.SS kepada Glibalnews7.id Rabu (17/5/2023) di Jakarta.

Sebelum peristiwa terjadi, Babak pertama dimulai dengan dominasi permainan dari skuad Garuda Nusantara.
Selama sepuluh menit, anak-anak Merah Putih berhasil menguasai jalannya pertandingan dengan melakukan berbagai taktik untuk mendapatkan peluang.
CIC menilai, usaha itu masih menemui kegagalan, karena kokohnya pemain belakang Thailand, sehingga tidak ada peluang yang bisa dimanfaatkan Indonesia untuk menyetak gol.
Sementara, Thailand lebih mengandalkan permainan bola panjang dan serangan balik.
Usaha Indonesia untuk menyetak gol berhasil ketika Alfendra Dewangga Santosa lakukan lemparan di menit ke-20.

Raden Bambang.SS mengungkapkan,”Gol itu memunculkan keributan di bench pemain dan ofisial Indonesia, karena ofisial dari Thailand tidak terima dengan selebrasi yang dilakukan pemain dan ofisial Indonesia.
Ofisial dan pemain Thailand ‘menyerang’ kubu Indonesia, bahkan Manajer Timnas Indonesia U-22 Sumardji terjautuh akibat ditendang salah seorang dari kubu Thailand,” pungkas Ketua Umum CIC.
(BURHANUDDIn)












