Globalnews7.id,Subang-|Kabupaten Subang bersiap menjadi magnet investasi baru di Jawa Barat. Dalam Konferensi Pertukaran Pelatihan dan Lokalisasi Talenta Industri Transisi Energi Indonesia yang digelar Sabtu siang (3/5) di Aula Oman Sachroni, Kantor Bupati Subang, puluhan investor besar asal Tiongkok hadir menyatakan minat serius menanamkan modal di daerah yang dinilai strategis ini.
Direktur Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, Saribua Siahaan, menegaskan bahwa pemerintah pusat berkomitmen kuat menjamin kenyamanan dan kepastian hukum bagi investor, khususnya melalui penempatan investasi di kawasan industri yang berstatus clear and clean.
“Kami selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar investor merasa nyaman dan aman. Penempatan investasi di lahan yang jelas secara hukum dan peruntukan adalah kunci,” tegas Saribua.
Ia menjelaskan bahwa kawasan industri dengan status clear and clean tidak hanya mempercepat proses perizinan karena sudah terintegrasi secara daring, tetapi juga menjamin tidak adanya konflik lahan yang berpotensi menghambat investasi.
Sinergi Pusat-Daerah dan Satgas Investasi
Saribua menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif, termasuk sinergi antara Kementerian Investasi, pemerintah daerah, dinas perizinan, dan legislatif. Ia juga mengungkapkan rencana pembentukan Satgas Investasi untuk mengantisipasi praktik percaloan dan memastikan rekrutmen tenaga kerja dilakukan secara profesional dan transparan.
“Investor datang ke Indonesia bukan hanya membawa modal, tapi juga teknologi dan pengetahuan. Ini aset penting yang harus kita kawal,” ujarnya.
Subang, Destinasi Kompetitif di Tengah Persaingan Global
Subang dinilai sangat potensial karena memiliki UMR yang kompetitif, lokasi strategis, dan sumber daya alam yang mendukung. Namun Saribua mengingatkan bahwa persaingan antarwilayah dan antarnegara seperti Vietnam sangat ketat.
“Jangan sampai investor pindah ke lain hati. Pelayanan, kepastian hukum, dan kenyamanan harus terus ditingkatkan,” katanya.
Training Center dan Talenta Lokal Jadi Prioritas
Dalam mendukung keberlanjutan investasi, Saribua mendorong penguatan kapasitas SDM lokal melalui pendirian training center yang berorientasi pada kebutuhan industri. Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan institusi pendidikan seperti Politeknik UPI sangat dibutuhkan untuk menyelaraskan kurikulum pelatihan dengan kebutuhan pasar.
“Kami ingin ada pelatihan yang langsung terhubung dengan industri. Ini tidak hanya menyerap tenaga kerja, tapi juga menciptakan multiplier effect bagi ekonomi daerah,” tambahnya.
Dukungan untuk Inisiatif Lokal
Saribua mengapresiasi peran serta berbagai pihak dalam mendukung agenda investasi, termasuk Galuh Pakuan sebagai penyelenggara konferensi yang dinilai sukses mengundang investor dari Tiongkok. Ia bahkan menyatakan kesiapan pribadi untuk membimbing langsung investor dalam memilih lokasi, sektor, hingga mengurus perizinan.
“Kolaborasi seperti ini sangat positif. Dengan melibatkan DPRD dan aparat, artinya daerah siap mengawal investasi secara total,” puji Saribua.
Kementerian Investasi memastikan bahwa setiap investor, baik dari dalam maupun luar negeri, akan mendapat dukungan penuh sepanjang mengikuti aturan dan menjaga sinergi dengan pemerintah daerah. Subang kini menjadi salah satu daerah yang dipantau serius dalam peta transformasi ekonomi nasional, terutama di sektor energi baru dan terbarukan.
[Reporter: A.M Thalib]












