Panglima Kogabwilhan III Paparkan Kinerja Satgas TNI Semester I 2026, Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas dan Keamanan Papua

Globalnews7.id,Jayapura – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, memaparkan hasil pelaksanaan operasi Satgas TNI selama Semester I Tahun Anggaran 2026 dalam konferensi pers yang digelar di Markas Kogabwilhan III.

Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa TNI terus mengedepankan sinergi lintas instansi untuk menjaga kedaulatan negara, menegakkan hukum, serta menciptakan stabilitas keamanan, khususnya di Papua dan kawasan Indonesia Timur.

Dalam keterangannya, Letjen TNI Lucky Avianto menyampaikan bahwa konferensi pers tersebut merupakan bentuk transparansi kepada publik mengenai pelaksanaan tugas TNI sebagaimana diamanatkan Pasal 30 ayat (3) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Menurutnya, sepanjang Januari hingga Juni 2026, berbagai operasi terpadu yang melibatkan TNI bersama Bea Cukai, Avsec Bandara, pemerintah daerah, serta instansi terkait berhasil mengungkap sejumlah kasus kejahatan lintas sektor, meliputi penyelundupan senjata api dan amunisi, peredaran narkotika, penyelundupan satwa dilindungi, distribusi BBM ilegal, hingga peredaran minuman keras ilegal.

Panglima Kogabwilhan III menyebutkan bahwa Satgas TNI berhasil melakukan penindakan terhadap 4 kasus penyelundupan senjata dan amunisi, 2 kasus BBM ilegal, 6 kasus penyelundupan satwa, 5 kasus narkotika, serta 24 kasus peredaran minuman keras ilegal. Selain itu, berdasarkan rekapitulasi kejadian di Papua, TNI juga mengungkap 30 kasus narkotika yang didominasi pengungkapan ladang ganja, penyelundupan ganja, dan peredaran narkotika melalui jalur udara, laut, maupun perbatasan.

Ia menjelaskan, Satgas TNI menemukan dan mengamankan sekitar 1.479 batang pohon ganja, puluhan kilogram ganja kering, sejumlah ladang ganja siap panen, serta mengamankan puluhan tersangka, termasuk warga negara asing, yang selanjutnya diserahkan kepada Polri untuk diproses sesuai ketentuan hukum.

Dalam bidang pengamanan, TNI juga menyatakan berhasil mengamankan 47 pucuk senjata api berbagai jenis, 92 pucuk senapan angin beserta komponen dan ratusan butir amunisi, serta sejumlah dokumen dan perlengkapan yang disebut berkaitan dengan kelompok bersenjata yang oleh pemerintah disebut sebagai TPNPB-OPM.

Terkait situasi keamanan di Papua, Letjen TNI Lucky Avianto menyatakan bahwa TNI tetap mengedepankan pendekatan yang menjunjung tinggi hukum dan hak asasi manusia dalam setiap operasi. Ia menegaskan bahwa tindakan tegas hanya dilakukan sesuai Rules of Engagement (ROE) ketika menghadapi situasi yang membahayakan keselamatan prajurit maupun masyarakat.

Menurutnya, selama Semester I 2026, sebanyak 54 anggota kelompok bersenjata berhasil diamankan, sementara 59 anggota lainnya memilih kembali bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui pendekatan persuasif dan pembinaan.

Pada kesempatan tersebut, Panglima Kogabwilhan III juga memberikan apresiasi kepada seluruh prajurit TNI, aparat keamanan, tenaga kesehatan, guru, tokoh agama, tokoh adat, relawan, serta masyarakat Papua yang terus berkontribusi menjaga keamanan, kedamaian, dan mendukung pembangunan di wilayah tersebut.

Ia turut menyampaikan penghargaan kepada insan pers dan para pegiat sosial yang dinilai menyampaikan informasi berdasarkan fakta dan sumber yang jelas, sehingga dapat membantu menangkal penyebaran hoaks dan disinformasi di ruang publik.

“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat, pegiat sosial, khususnya rekan-rekan wartawan yang berani melawan hoaks dan menyajikan pemberitaan berdasarkan fakta, narasumber yang jelas, serta informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” ujar Letjen TNI Lucky Avianto.

(PN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *