Jakarta.Adalah Akhmad Sumarling Pengusaha muda bertalenta asal Sulteng menawarkan konsep visioner Tambang Rakyat untuk kemanfaatan masyarakat lokal.
Rencananya Pilot Project akan menjadi role model bagi tata kelola tambang yang bermoral artinya masyarakat akan menjadi pelaku,pemilik ijin dan penerima manfaat.
“Selama ini yang menjadi kendala adalah perizinan/regulasi yang panjang dan berbelit pemerintah harus care dalam hal ini,”ujar Akhmad Sumarling Dirut PT Sulteng Mineral Sejahtera (SMS), kepada, media, di Jakarta, Jumat (16/05/2025).
Menurut Akhmad konsep ini bertujuan untuk sinergi antara pemodal dan pemilik tambang rakyat.
“Solusi ini ditawarkan untuk memberdayakan masyarakat sekitar agar lebih optimal kemanfaatannya,”imbuhnya.
Gak sampai disitu tambah Akhmad persoalan mendasar dalam tambang rakyat selama ini adalah ketidakselarasan antara kebijakan di tingkat pusat dengan implementasi di daerah.
“Niat pemerintah baik mengenai tambang buat rakyat tapi terkadang pendampingan ke bawah tidak ada.Terkesan dibiarkan alhasil setengah hati,”urainya.
Namun demikian, rasa keadilan sering menjadi keluhan masyarakat khususnya dalam pembagian lahan pertambangan.
“Semisal korporasi dapat mengelola area yang sangat luas, sementara masyarakat lokal hanya mendapatkan alokasi yang jauh lebih kecil,”tegasnya.
Harapan saya tetap optimis meskipun pemerintah belum diresponnya, namun bisa menjadi early warning bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pertambangan yang lebih berpihak pada masyarakat daerah.
“Kedepan nantinya akan menjadi early warning sehingga next policy, kebijakan yang akan dibuat berikutnya oleh pemerintah itu sudah bisa menjadikan, mendengar yang apa kita ini,” tandasnya.(hand)












