Globalnews7.id,Padang Pariaman -| Suasana Desa Durian Tuga Lambeh, Kecamatan Sungai Geringging, Malai III Koto mendadak geger saat warga menemukan seekor ular sanca batik (Python reticulatus) sepanjang kurang lebih empat meter di area persawahan.
Penemuan mengejutkan ini terjadi ketika sejumlah warga tengah membersihkan parak di sekitar sawah. Tak disangka, seekor ular raksasa dengan motif khas menyerupai batik muncul di antara semak belukar. Warga pun sontak panik, namun tetap berhati-hati mengamati gerak-gerik hewan melata tersebut.
“Awalnya kami kira batang kayu besar, tapi setelah diperhatikan, ternyata itu ular besar yang sedang melata pelan,” ujar seorang warga setempat.
Ciri-ciri yang menguatkan identifikasi ular tersebut sebagai sanca batik adalah pola warna tubuhnya yang unik, menyerupai motif jaring rumit khas batik. Tubuhnya yang besar dan panjang menandakan bahwa reptil ini telah berusia cukup dewasa. Ular sanca batik sendiri merupakan salah satu spesies ular terpanjang di dunia yang berasal dari kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Meski tidak berbisa, ular sanca batik dikenal sebagai hewan konstriktor yang mampu membunuh mangsanya melalui lilitan kuat. Keberadaannya dapat membahayakan jika merasa terancam, terutama dengan ukuran tubuh sebesar itu.

Beruntung, warga segera menghubungi seorang pawang ular yang berpengalaman di wilayah tersebut. Dengan keahlian dan peralatan khusus, ular berhasil dijinakkan tanpa insiden berarti.
Penemuan ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat yang beraktivitas di alam terbuka untuk selalu waspada. Selain itu, fenomena ini juga mengindikasikan bahwa habitat liar masih bersinggungan dengan lingkungan pemukiman, sehingga menjaga keseimbangan ekosistem menjadi hal yang perlu diperhatikan bersama.
Kini, ular tersebut diamankan sementara oleh pihak berwenang untuk dikaji lebih lanjut, sebelum nantinya dilepas kembali ke habitat aslinya yang lebih aman dan jauh dari permukiman.(swn)












