Jakarta,Globalnews7.id– Kebijakan Polri yang menerapkan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik sebagai metode penindakan utama menuai kritik. Menurut Iwan, seorang pengamat lalu lintas, penggunaan ETLE tanpa didampingi tilang manual membuat ketertiban di jalan raya kian memburuk. “Saat ini lalu lintas di Jakarta semakin semrawut karena petugas di lapangan tidak dapat menindak pelanggaran langsung,” ungkap Iwan kepada media globalnews7.id.
Menurutnya, banyak pengendara yang semakin berani melanggar aturan lalu lintas karena ETLE tidak mampu mengawasi seluruh wilayah dan tidak memberikan efek jera. “Kecelakaan di Jakarta meningkat, dan tanpa tilang manual, petugas tidak berdaya dalam menghadapi pengendara yang melanggar,” tambah Iwan. Ia pun mendesak agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Komisi III DPR RI meninjau ulang kebijakan yang menghapus tilang manual.
Hal senada disampaikan Lina, seorang warga yang ditemui di kawasan Monas. Ia menyebutkan bahwa tilang elektronik belum cukup untuk menegakkan disiplin di jalan raya. “Jika hanya mengandalkan ETLE, banyak pengendara yang seenaknya mencopot nomor polisi agar tidak terdeteksi kamera. Petugas tidak bisa menindak langsung, sehingga jalanan jadi semakin semrawut,” ujar Lina.

Lina juga berharap Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto dan Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Latif Usman mengambil kebijakan yang lebih efektif, termasuk mengembalikan tilang manual. Menurutnya, keberadaan tilang manual akan memberikan kepastian hukum yang dibutuhkan untuk menjaga ketertiban lalu lintas.
“Kepastian hukum sangat penting. Dengan ada tilang manual, petugas bisa langsung menindak pelanggar, sehingga keselamatan di jalan lebih terjamin,” ucap Lina. Ia mengingatkan agar Polri tidak takut menghadapi risiko atau kritik dalam menerapkan kembali tilang manual demi keselamatan masyarakat.
Kritik serupa juga disampaikan oleh Dwi, yang menilai ETLE belum cukup efektif dalam menjaga ketertiban jalan. Menurutnya, situasi semrawut di jalanan Jakarta dapat berdampak pada peningkatan kecelakaan lalu lintas, terutama dengan pengendara yang tidak disiplin. Ia berharap Komisi III DPR dan pihak Istana segera memperhatikan masalah ini dan mendukung upaya Polri dalam mengatasi pelanggaran lalu lintas secara lebih tegas.
Dengan meningkatnya jumlah kecelakaan dan kondisi lalu lintas yang makin kacau, desakan agar tilang manual kembali diaktifkan makin kuat. Pengembalian tilang manual dianggap dapat melengkapi ETLE demi menjaga ketertiban serta keselamatan pengguna jalan di ibu kota.
(parman)
editor:burhan












