Harry Ardianto Arsani Bantah dan Tantang KPK Datang ke Babel: “Sampai Mati Tak Akan Nemu, Saya Tidak Pernah Main Timah”

Globalnews7.id,Jakarta –Harry Ardianto Arsani ikut menjadi sorotan setelah polemik pemindahan tin slag atau limbah hasil peleburan timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencuat ke publik. Menanggapi pemberitaan tersebut, putra Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani itu membantah keras memiliki keterkaitan dengan persoalan tersebut.

Melalui pesan WhatsApp yang diterima Senin (20/7/2026), Harry menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki hubungan apa pun dengan aktivitas bisnis timah maupun proyek tin slag yang belakangan menjadi perhatian publik.

Penegasan itu disampaikan Harry setelah muncul pemberitaan yang mengutip pernyataan Ketua Umum Corruption Investigation Committee (CIC), R. Bambang SS, yang mempertanyakan urgensi pemindahan limbah tin slag dalam jumlah besar apabila hanya diperuntukkan bagi kepentingan penelitian.

Merespons isu tersebut, Harry justru menantang agar persoalan itu dibawa ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Bawa langsung saja ke KPK, Om. Atau ajak KPK ke Bangka Belitung. Besok kita ke KPK bareng,” ujar Harry.

Ia bahkan meyakini penyelidikan apa pun tidak akan menemukan keterlibatannya.

“Sampai mati nggak akan nemu karena aku nggak main proyek,” tegasnya.

Dengan logat khas Bangka, Harry kembali menegaskan dirinya tidak pernah terlibat dalam proyek-proyek yang berkaitan dengan timah.

“Hantam saja, Om. Aku nggak pernah main proyek. Kalau aku ketahuan main proyek oleh ayah, pecah kepalaku sama ayah,” katanya.

Harry juga mengaku profesinya sebagai dokter membuatnya tidak memiliki waktu untuk terlibat dalam aktivitas bisnis timah.

“Saya dokter di rumah sakit, nggak ada waktu untuk main ginian. Saya juga tidak pernah main timah,” ujarnya.

Menurut Harry, fokus usahanya selama ini berada di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Ia mengaku memiliki sekitar 200 kolam tambak udang, usaha peternakan ayam petelur yang menghasilkan sekitar 60.000 butir telur setiap hari, hingga budidaya kepiting.

Selain itu, ia juga aktif mengembangkan gerakan penanaman kelapa dan aren di Bangka Belitung.

“Saya mau hidup tenang dari bertani saja. Saya menjauh dari semua politik,” katanya.

Untuk memperkuat pernyataannya, Harry turut mengirimkan sejumlah foto aktivitasnya di bidang pertanian, tambak udang, peternakan ayam petelur, budidaya kepiting, serta kegiatan penanaman kelapa dan aren di Bangka Belitung.

Sementara itu, polemik tin slag di Bangka Belitung masih menjadi perhatian berbagai pihak. Sebelumnya, Ketua Umum CIC, R. Bambang SS, meminta adanya penjelasan transparan mengenai tujuan pemindahan limbah peleburan timah tersebut dan mempertanyakan alasan pemindahan dalam jumlah besar jika hanya diperuntukkan bagi penelitian.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai perkembangan penyelidikan maupun status hukum terkait polemik pemindahan tin slag tersebut.

(PN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *