Globalnews7.id,Karimun – Maraknya peredaran rokok tanpa pita cukai bermacam merek salah satunya PSG dan H-MIND di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri bukti nyata kegagalan Kepala KPPBC TMP B Tanjungbalai Karimun, akibatnya negara dirugian dari sektor cukai oleh sebab itu di desak Kakanwil DJBC Khusus Kepri untuk mencopot jabatan.
Hal tersebut dikatakan, Koordinator Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI), Cecep Cahyana kepada awak media Rabu (1/4/2026), Ya peredaran rokok tanpa pita cukai di Kabupaten Karimun semakin tidak terbendung, bahkan rokok ilegal tersebut sangat mudah di dapat di kedai maupun warung, kondisi tersebut tentunya tidak terlepas minimnya penegahan serta penindakan dilakukan oleh KPPBC TMP B Tanjungbalai Karimun, sehingga para pemasok rokok ilegal dengan leluasa menjalankan usaha ilegalnya.

” Maraknya rokok tanpa pita cukai di Kabupaten Karimun, bukti nyata lemahnya pengawasan, penegahan serta penindakan oleh KPPBC TMP B Tanjungbalai Karimun, oleh sebab itu sudah selayaknya Kakanwil DJBC Khusus Kepri untuk mencopot jabatan Kepala KPPBC TMP B Tanjungbalai Karimun,” Ucapnya
Ditambahkanya lagi, Apabila Kakanwil DJBC Khusus Kepri tidak mencopot jabatan Kepala KPPBC TMP B Tanjungbalai Karimun niscaya keberadaan rokok ilegal di kabupaten karimun tidak akan pernah hilang, bahkan tidak menutup kemungkinan akan merajai pasar, sebab harga perbungkusnya relatif murah serta terjangkau oleh masyarakat ekonomi menengah kebawah, akibatnya pemasukan negara dari sektor cukai akan menurun, pasalnya pembeli rokok legal akan berkurang, dan tentunya sangat merugikan negara,” Tutupnya
Secara terpisah, salah seorang masyarakat Karimun sebut saja namanya Abdul ketika dimintai tanggapanya, Rabu (1/4/2026) mengatakan, Ya rokok tanpa pita cukai merek PSG maupun H-MIND sangat mudah di dapat ini semalam saya beli rokok H-MInd di salah satu kedai di wilayah Sungai Ayam, harganya 16 ribu rupiah perbungkus dengan isinya 20 Batang,” Ucapnya sambil tersenyum tipis.
Secara terpisah, Kepala KPPBC TMP B Tanjungbalai Karimun sampai berita ini diunggah belum dapat dimintai konfirmasinya, begitu juga dengan Kakanwil DJBC Khusus Kepri belum dapat dimintai tanggapanya. (Rd)












