Medical Heritage Bekasi, Miliki Dokter Spesialis Untuk Tangani Penyakit Kulit Jerawat, Kutil Dan Campak

Globalnews7.id,Jakarta– Masalah jerawat masih menjadi keluhan utama yang ditangani di layanan kesehatan kulit, khususnya pada perempuan usia 20 hingga 30 tahun. Hal tersebut disampaikan oleh dr. Shelly Lavenia Sambodo Sp. DVE, saat ditemui di kawasan Jalan Ir. H. Juanda, Bekasi, pada Jumat (24/4/2026).

Menurutnya, jerawat bukan sekadar masalah estetika, melainkan kondisi medis yang memerlukan penanganan komprehensif.

“Kami melihat banyak perbaikan signifikan pada pasien. Berdasarkan data before-after yang kami miliki, hasil pengobatan cukup efektif,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa jerawat dipicu oleh empat faktor utama, yakni bakteri Cutibacterium acnes, produksi minyak berlebih (sebum), penumpukan sel kulit mati atau hiperkeratinisasi, serta proses inflamasi atau peradangan. Kombinasi faktor tersebut menyebabkan penyumbatan pori dan memicu timbulnya jerawat.

“Penanganan jerawat tidak cukup hanya membunuh bakteri, tetapi juga harus mengurangi peradangan dan mencegah penyumbatan pori,” ujar dr. Shelly Lavenia Sambodo Sp. DVE, seperti release yang diterima Redaksi globalnews7. id, di Jakarta, pada Minggu (26/04/2026).

Selain faktor biologis, gaya hidup turut berperan besar dalam memperparah kondisi kulit. Konsumsi makanan dengan indeks glikemik tinggi seperti minuman manis, cokelat, hingga minuman boba dapat meningkatkan produksi minyak di kulit.

Begitu pula dengan makanan berminyak serta penggunaan kosmetik yang tidak sesuai, yang berpotensi menyumbat pori-pori.

Faktor hormonal juga menjadi pemicu dominan, terutama pada perempuan. Perubahan hormon sejak masa menstruasi hingga dewasa membuat kelompok ini lebih rentan mengalami jerawat.

Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa jerawat terbagi menjadi tiga tingkat keparahan, yakni ringan, sedang, dan berat. Pada kasus ringan, umumnya hanya muncul komedo dan benjolan kecil. Sementara pada tingkat sedang hingga berat, peradangan semakin intens hingga muncul kista yang berisiko meninggalkan bekas luka.

Untuk kasus sedang hingga berat, penanganan tidak cukup dilakukan dengan perawatan wajah biasa, melainkan memerlukan terapi medis seperti obat oral hingga tindakan khusus.

Tak hanya jerawat, layanan kesehatan kulit juga menangani kasus kutil, termasuk kutil kelamin yang disebabkan oleh Human Papillomavirus. Penanganan umumnya dilakukan melalui metode laser, meski virus dapat bersifat dorman dan memungkinkan kutil tumbuh kembali.

“Karena itu, selain tindakan laser, perlu terapi lanjutan dan bahkan vaksinasi,” tambahnya.

Di sisi lain, penyakit menular seperti campak masih ditemukan di masyarakat. Penyakit yang menyebar melalui udara ini dapat dicegah melalui vaksinasi seperti Measles Rubella vaccine dan Measles Mumps Rubella vaccine.

“Risiko tetap ada meski sudah divaksin, namun gejalanya jauh lebih ringan dibandingkan yang belum divaksin,” urainya.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat, khususnya remaja, dianjurkan untuk menerapkan pola hidup sehat, seperti menjaga pola makan seimbang, mengurangi konsumsi gula dan lemak, rutin berolahraga, cukup istirahat, serta menghindari kebiasaan begadang.

Dengan pendekatan medis yang tepat dan perubahan gaya hidup, masalah kulit seperti jerawat dinilai dapat dikendalikan bahkan dicegah. Layanan kesehatan kulit pun diharapkan terus meningkatkan edukasi dan pendampingan bagi pasien guna mencapai hasil pengobatan yang optimal.(han)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *