Mengenang Satu tahun wafatnya pendiri unpam DR.(HC)H Darsono

Jakarta,Globalnews7.id–Mengenang sosok pendiri unpam H.Darsono yang gigih berjuang untuk mewujudkan mimpi-mimpinya dalam dunia pendidikan tepat hari ini 30 desember 2023 satu tahun wafatnya.

Dikabarkan Jumat tgl 30 Desember 2022, kabar duka mengagetkan warga besar Yayasan Sasmita Jaya, Universitas Pamulang (Unpam), dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY): Dr (HC) H Darsono. Almarhum pimpinan dan pemilik Yayasan Sasmita Jaya, penanggungjawab Unpam dan anggota Dewan Pertimbangan Ikatan Alumni UNY.

Meninggalnya Darsono dalam usia 67 tahun mengejutkan banyak pihak, terutama para insan pendidikan, mengingat kesuksesan almarhum dalam mengelola pendidikan murah di tengah-tengah arus pendidikan berbayar mahal.

Darsono anak keempat dari sembilan bersaudara. Lahir di Desa Potorono Bantul Yogyakarta 5 Juli 1955. Sejak remaja sudah dikenal sebagai pekerja keras. Bahkan ia menjadi kebanggaan kedua orangtua karena sejak SMP boleh dikata ikut menjadi tiang penyangga ekonomi keluarga. Giat membantu ayahnya membuat/mencetak batu bata, pekerjaan masyarakat Potorono umumnya.

Darsono tidak puas dengan itu. Ingin terus bersekolah demi masa depan. Gara-gara pergi sekolah inilah Darsono pernah diusir ayahnya. Siang pergi sekolah (SMA), padahal tugas hari itu harus mengeringkan batu batanya untuk segera dibakar. Siang itu hujan deras. Batu bata yang sedang dijemur itu tergenang air hujan sehingga hancur semua.

Ayahnya naik pitam dan Darsono diusir dari rumah. Namun Darsono tetap membantu membuat batu bata. Sambil kuliah di IKIP Yogyakarta Darsono tetap membantu mencetak batu bata untuk menopang ekonomi keluarga, sekali pun tidak serumah dengan ayahnya.

Lulus dari FKIS IKIP Yogyakarta tahun 1982, belum sempat wisuda Darsono segera pergi ke Jakarta. Sampai di Jakarta numpang di tempat teman. Sebagai office boy dilakoni. Berikutnya ia diterima sebagai calon PNS di Depdikbud. Mulai 1984 tercatat sebagai PNS Guru SMEA 9 Pondok Pinang. Etos kerja kerasnya tak dapat dipungkiri. Selama periode awal jadi guru juga nyambi berbisnis barang-barang elektronik. Ia juga merangkap sebagai Kepala Sekolah SMEA Makarya Jakarta.

Selama menjadi guru terus berkarya dan berinovasi. Tahun 1989 Darsono mendirikan Yayasan Sasmita Jaya. Tahun 1995 mendirikan SMK Sasmita Jaya 1 dan SMK Sasmita Jaya 2. Tahun 2004 mengembangkan pendidikan tinggi Unpam. Tahun 2010, penyelenggara Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Widya Dharma Husada. Tahun 2015 menyelenggarakan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kharisma Persada.

Tahun 2004 Darsono dengan Sasmita Jaya-nya mulai mengambil alih pengelolaan Unpam dari Yayasan Prima Jaya. Waktu itu Unpam memiliki lima fakultas dan 10 program studi, tetapi mahasiswanya hanya 120 orang. Masyarakat enggan kuliah apalagi di swasta karena biaya mahal. Karena Darsono mengambil
kebijakan masuk Unpam tanpa uang gedung dengan SPP Rp 100 ribu per bulan

Strategi ini ternyata cukup ampuh. Tahun-tahun berikutnya jumlah mahasiswa terus meningkat. Bagi Darsono untuk mengembangkan pendidikan murah bagi para dhuafa bukan sekadar isapan jempol.
Bermodal kejujuran, kesederhanaan, keberanian, kerja keras, sistemik, dan semangat berbagai serta rela berkorban, Unpam dikelola dengan apik.

Untuk menopang pelaksanaan pendidikan ini, Sasmita Jaya juga mengembangkan unit bisnis seperti perdagangan, pertanian, peternakan, perkebunan, dan properti perumahan sederhana di bidang ekonomi subsistence dalam wadah perseroan komanditer, unit perkantoran dan sewa ruang/aset, serta rekayasa dan inovasi otomotif untuk praktik sekolah menengah kejuruan; pemberian beasiswa untuk siswa dan mahasiswa.

(burhan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *