Diskotek Pujasera Mangga Besar Bebas Edarkan Narkoba, Aparat Diduga “Bungkam” karena Tameng Jenderal?

BREAKING NEWS

Jakarta-Kawasan hiburan malam Mangga Besar kembali diguncang isu miring. Dugaan skandal besar kini menyeret nama Enlin, pengelola Diskotek Pujasera, yang dinilai bertindak jemawa dan terkesan menantang hukum secara terang-terangan.

Tempat hiburan beromset ratusan juta rupiah per malam ini kembali menjadi sorotan tajam setelah mencuatnya isu perlindungan dari oknum aparat.

Diskotek Pujasera sendiri memiliki rekam jejak kelam terkait peredaran barang haram. Berdasarkan data kepolisian, salah satu figur yang dikaitkan dengan jaringan tempat hiburan tersebut, Lian Kwie alias Awi, pernah ditangkap oleh Polres Metro Jakarta Pusat atas kasus peredaran narkotika skala besar. 

Dalam operasi tersebut, Awi diringkus bersama tiga tersangka lainnya—Suherman, Endang Novlis, dan Edi Handoko—di kawasan Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat. Polisi menyita barang bukti fantastis berupa 10.000 butir pil ekstasi dan 101,2 gram sabu.

Kendati rekam jejak hitam ini sudah nyata, operasional bisnis di kawasan tersebut disinyalir masih berjalan mulus berkat adanya “bekingan” kuat. 

Bukan tanpa alasan, isu ini menguat setelah Enlin secara berani memamerkan foto kedekatannya dengan seorang purnawirawan Jenderal Polisi.

Aksi pamer foto tersebut diduga kuat sengaja dilakukan sebagai “tameng sakti” agar bisnis hiburan malam miliknya aman dari endusan hukum.
Kondisi ini memicu gelombang keresahan di kalangan masyarakat setempat. Beberapa warga di sekitar kawasan Mangga Besar yang enggan disebutkan namanya demi keselamatan, mengaku sangat terganggu dan cemas dengan aktivitas diskotek yang seolah tidak tersentuh hukum tersebut.

“Jujur, kami sebagai warga sekitar merasa resah dan tidak nyaman. Aktivitas di sana sering kali mencurigakan, apalagi kalau malam. Tapi warga di sini tidak ada yang berani menegur atau protes langsung. Kami takut karena dengar-dengar bosnya punya orang kuat di belakangnya,” ujar salah seorang warga setempat dengan nada cemas.

Mirisnya, dugaan jaringan narkoba di diskotek tersebut sebenarnya sudah terendus lama oleh lembaga swadaya. Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ahmad David, sebelumnya sempat berjanji akan menindaklanjuti hasil investigasi panas yang disodorkan oleh lembaga Corruption Investigation Committee (CIC). 

Namun hingga detik ini, janji tersebut dinilai tinggal janji. Belum ada tindakan nyata atau penggerebekan lanjutan di lapangan. Sikap diam dan pembiaran misterius dari pihak kepolisian ini langsung memantik amarah Ketua Umum DPP CIC, R. Bambang S.S. Dengan nada tinggi, Bambang mencurigai adanya konspirasi di balik lambannya pergerakan aparat penegak hukum.

Ketua Umun CIC R.Bambang.SS menegaskan,” Mandeknya kasus ini seolah menjadi bukti telak di lapangan. Isu liar mengenai adanya aliran dana haram alias “setoran khusus” dari pihak Diskotek Pujasera kepada oknum aparat kini diduga bukan sekadar isapan jempol belaka, melainkan sebuah indikasi riil yang harus diusut,” tegas R.Bambang.SS kepada wartawan Senin (14/9) di Jakarta.

Sampai kapan tempat hiburan ini dibiarkan melenggang bebas di atas kecemasan masyarakat? Publik dan warga Mangga Besar kini menunggu keberanian serta transparansi Polri untuk membongkar tuntas skandal memilukan ini hingga ke akar-akarnya.

(BHN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *