Globalnews7.id,Karimun – Pelayanan di Puskesmas Tanjung Balai Karimun menjadi sorotan serius setelah diduga tidak tersedianya dokter dan sopir ambulans saat dibutuhkan untuk penanganan warga yang dalam kondisi darurat. Peristiwa ini memicu keprihatinan mendalam, terutama setelah seorang anggota Satpol PP bernama Sulaimi meninggal dunia di pos jaga rumah dinas Bupati Karimun.(22/3/2026)
Informasi yang dihimpun menyebutkan, saat itu Sulaimi, yang tengah bertugas menjaga kediaman rumah dinas Bupati Karimun, mengalami kondisi sakit hingga pingsan. Rekan sesama anggota Satpol PP kemudian berupaya mencari pertolongan medis dengan mendatangi UGD Puskesmas Tanjung Balai Karimun guna meminta bantuan ambulans untuk membawa korban.
Namun, menurut keterangan yang diterima, petugas jaga di UGD Puskesmas menyampaikan bahwa dokter dan sopir ambulans tidak berada di tempat. Kondisi tersebut membuat proses penanganan darurat terhadap korban tidak dapat dilakukan secara cepat, hingga akhirnya Sulaimi dikabarkan meninggal dunia di tempat tugasnya.
Kejadian ini pun menuai perhatian dari berbagai pihak. Pembina KAKI, Zuhdiono, meminta Bupati Karimun agar segera melakukan evaluasi menyeluruh dan mengambil tindakan tegas terhadap buruknya pelayanan kesehatan di Puskesmas Tanjung Balai Karimun.
“Ini menjadi peristiwa yang sangat memprihatinkan. Pelayanan kesehatan adalah kebutuhan dasar masyarakat yang seharusnya selalu siap, terlebih dalam situasi darurat. Jangan sampai karena kelalaian pelayanan, nyawa masyarakat menjadi taruhannya,” tegas Zuhdiono.

Ia menilai, pemerintah daerah harus turun tangan untuk memastikan seluruh fasilitas layanan kesehatan, khususnya puskesmas, benar-benar siap melayani masyarakat selama 24 jam, termasuk ketersediaan dokter, tenaga medis, serta ambulans berikut sopirnya.
Zuhdiono juga menegaskan bahwa peristiwa ini harus menjadi bahan evaluasi serius bagi jajaran terkait agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
“Kami meminta kepada Bupati Karimun agar menindak tegas pihak-pihak yang bertanggung jawab dan segera membenahi sistem pelayanan di Puskesmas Tanjung Balai Karimun. Ke depan, pelayanan kepada masyarakat harus lebih baik, cepat, sigap, dan manusiawi,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat Kabupaten Karimun berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal, apalagi dalam keadaan gawat darurat yang membutuhkan respons cepat dari pihak fasilitas kesehatan.
Peristiwa meninggalnya anggota Satpol PP tersebut kini menjadi perhatian publik dan diharapkan mendapat penanganan serius dari pemerintah daerah, agar kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan tidak semakin menurun.(pn)












