Pilkada jakarta 2017 Akan Terulang saat Pilpres 2024 nanti, PSI Akan memperoleh 8% Suara Nasional dan melampaui Ambang Batas PT 4 % dengan Perolehan kursi DPR RI Lebih dari 50 Kursi

Jakarta-globalnews7.id

Tidak lama lagi perhelatan Akbar pesta demokrasi akan berlangsung, dimana Proses Pemilu dan Pilpres akan secara langsung di adakan.Pada tahun 2024 pesta Demokrasi itu dilangsungkan.

“Pilkada jakarta 2017 Akan Terulang saat Pilpres 2024 nanti, PSI Akan memperoleh 8% Suara Nasional dan melampaui Ambang Batas PT 4 % dengan Perolehan kursi DPR RI Lebih dari 50 Kursi” Ujar Ganda Sirait sebagai ketua umum Relawan Jokowi-Maruf Amin di kantornya Gedung Dewan Pers, Jalan Wahid Hasyim , Jakarta Pusat/9 november2022.

Dan darimana dasar pemikiran atau pendapat tersebut?ujar seorang wartawan Global news.

“Begini, dalam Pilpres mendatangkan ada 3 poros capres yaitu :
1. Poros Prabowo-Puan Maharani, Sesuai perikatan perjanjian Batu Tulis di Bogor / Mega-Prabowo, Yang didukung Koalisi partai Gerindra,PDIP dan PKB.

2.Poros Anis dan AHY/ AHER, dukungan koalisi parpol Nasdem, Demokrat dan PKS.

3. Koalisi Ganjar Pranowo dan Airlangga Hartarto koalisi parpol Golkar,PKB,PAN.

Ganjar Pranowo adalah *Tokoh Nasionalis dan merupakan Antitesa dari Anis Baswedan*. Dan seorang penerus sekaligus Akan direstui oleh Presiden Jokowi.

Sosok Tokoh dalam pengusungan capres 2024 ini jelas mempunyai hubungan korelasi yang sangat kuat terhadap Suara Massa Mengambang yaitu Suara Pemilih Partai yang tidak punya keterikatan dengan partai.

Ini terjadi saat pilkada Jakarta 2017 lalu, massa mengambang ini memilih Partai Pendukung Anti Intoleransi yaitu PSI sehingga memperoleh 404.000 suara dengan 8 Kursi DPRD DKI Jakarta.

Suara Massa mengambang :Yaitu Suara Rakyat Mencoblos di bilik suara yang bukan Anggota partai manapun Kembali kepada Tokoh Ganjar Pranowo yang akan diusung sebagai Capres Nasionalis dan merupakan Antitesa dari lawannya Anis Baswedan, Kita tahu bahwa Elektabilitas GP selalu di tiga besar dan selalu berada di nomor urut satu semua Survey Pilpres yang ada di Indonesia dengan keterpilihan sampai 30-40%.

Justru Ketokohan GP ini akan mendongkrak perolehan suara Partai yang mengusung GP sebagai Capres dalam Pemilu tahun 2024 nanti.

PSI yang sejak awal sudah mengumumkan dan mendeklarasikan GP sebagai Capres 2024, dipastikan akan memperoleh suara mengambang dari PDIP sebesar 3%, Gerindra 2%, Nasdem 2%, dan Partai Demokrat sebesar 1 %, dan PSI dipastikan akan lolos PT/ Parlementary Trheshold 4% sekaligus meraih kursi DPR RI lebih dari 50 Kursi.

Problem kasus politik tersebut Diatas adalah kalkulasi dari pengalaman sejarah saat pilkada DKI Jakarta tahun 2017 Lalu, karena PSI tetap pada semboyan politik ‘Anti Intoleransi dan Mendukung Keberagaman’karena dipastikan Strategi politik yang akan dijalankan oleh poros Anis Baswedan adalah Politisasi Agama, dan itu saat ini sedang dijalankan secara masif dan terstruktur.
Inilah Jawaban kenapa PSI menang di Jakarta dengan perolehan 8 Kursi tetapi takluk di Provinsi lainnya, rata rata hanya memperoleh satu kursi per Provinsi” tandas ganda sirait.

Kesempatan emas PSI adalah saat sekarang ini untuk memperoleh dukungan Rakyat yang Sudah terbukti dari Elektabilitas atau keterpilihan Ganjar Pranowo sebagai Capres 2024, Sokongan kuat kepada GP berkorelasi kuat terhadap Raihan suara partai pada pemilu tahun 2024, Semoga PSI lolos ke Senayan untuk memperbaiki tata kelola negara sekaligus meneruskan tongkat estafet dari presiden Jokowi yang telah mengharumkan dunia, seperti Bunga Mawar Merah ujar ganda sirait.

(Burhan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *