Gloablnews7.id,Jakarta – Aktivis anti-korupsi sekaligus Sekjen Komite Anti Korupsi Indonesia, Burhanuddin, S.H., kembali menegaskan bahwa ancaman terbesar bagi kelangsungan negara bukanlah dari kritik masyarakat, melainkan dari maraknya praktik korupsi yang dilakukan secara sistematis oleh para pejabat yang tak bertanggung jawab.
“Negara lumpuh dan hancur bukan karena kritik, tapi karena koruptor yang dibiarkan merajalela,” ujar Burhanuddin dalam keterangannya, Jumat (11/4). Ia menambahkan bahwa kritik adalah vitamin bagi demokrasi, sementara korupsi adalah virus yang perlahan-lahan membunuh sistem negara.
Menurutnya, saat ini banyak pihak yang justru membungkam kritik publik dengan dalih menjaga stabilitas, namun pada saat yang sama membiarkan korupsi merajalela dari pusat hingga daerah. “Yang menggerogoti pondasi negara itu bukan rakyat yang bersuara, tapi pejabat yang menyalahgunakan kekuasaan,” tegasnya.
Burhanuddin juga mengingatkan bahwa sejarah mencatat, banyak negara gagal karena korupsi yang tidak ditangani dengan serius. Ia pun mendesak aparat penegak hukum agar lebih tegas dan independen dalam menindak pelaku korupsi, tanpa pandang bulu.
“Kalau korupsi terus dibiarkan, maka kita sedang menggali kubur untuk masa depan bangsa. Sudah saatnya rakyat bersatu melawan korupsi, karena inilah musuh utama kita bersama,” pungkasnya.
Burhanuddin yang juga menilai bahwa momentum reformasi birokrasi harus digunakan untuk membersihkan lembaga-lembaga negara dari oknum yang menyalahgunakan jabatan demi kepentingan pribadi.(Red/pn)












