Globalnews7.id,Jakarta-Skandal pemindahan misterius lebih dari 2.000 ton tin slag (terak timah) dari eks smelter PT Bangka Tin Industry (BTI) Jelitik ke Pantai Pasir Padi kini menggelinding menjadi bola api panas yang siap membakar kursi empuk para pejabat di Kepulauan Bangka Belitung.
Aroma busuk kongkalikong yang dibungkus rapi dalam ratusan jumbo bag di halaman belakang Gedung Besea ini memicu kemarahan publik.
Hal ini pun menjadi permasalahan yang dikritik oleh Dewan Pimpinan Pusat Corruption Investigation Committee (DPP CIC).
Sekretaris Jenderal DPP CIC DJ Sembiring menuntut Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani untuk segera mengambil tindakan ekstrem.
“Segera copot Direktur Utama PT Bumi Bangka Belitung Sejahtera (PT BBBS), Eka Mulya Putra,” katanya.
Tak hanya itu, DPP CIC juga menantang institusi kepolisian untuk membuktikan tajinya. Kapolda Bangka Belitung didesak segera bertindak cepat mengerahkan tim Ditreskrimsus untuk melakukan penyelidikan total.
“Langkah ini penting, sebelum ribuan ton material bernilai tinggi tersebut raib diselundupkan lewat jalur air,” lanjutnya.
Menurut Sembiring, pencopotan Dirut PT BBBS Eka Mulya Putera dinilai sudah tidak bisa ditawar lagi sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan hukum.
DPP CIC menilai dalih “hibah 2.000 ton untuk riset” yang digelorakan Dirut BUMD sejak Juli lalu terkesan seperti dongeng fiktif untuk menutupi skandal penjarahan aset.
Bagaimana mungkin sebuah institusi pelat merah milik pemprov justru menjadi penampung material di gudang Pasir Padi yang secara resmi tidak memiliki izin lingkungan dari DLHK Babel?.
“Jika Gubernur tetap mempertahankan jajaran direksi yang sarat kontroversi dan hobi menabrak aturan ini, maka wajar jika rakyat berasumsi bahwa pihak eksekutif pun ikut menikmati aliran “lendir” hitam di balik bisnis limbah timah ini,” cetusnya.
Sikap diam dan terkesan menutup mata yang diperlihatkan aparat penegak hukum (APH) di Babel saat ini juga menuai kecaman keras. Bagi Bambang, kasus pemindahan ribuan ton tin slag menggunakan ratusan armada dump truck ini bukan lagi sekadar pelanggaran administrasi sepele, melainkan sudah mengarah pada kejahatan korporasi yang terstruktur.
Kapolda Babel harus segera memerintahkan jajarannya untuk memasang garis polisi (police line) di lokasi penyimpanan. Jangan sampai kepolisian baru sibuk kelabakan setelah material di dalam jumbo bag tersebut mendadak “lenyap”.
“Bagaimana pihak aparat, baik itu kepolisian maupun tim lain? Jangan jadi penonton, jangan jadi macan ompong!” semprot Sekjen CIC dengan nada geram.
Apakah mereka memiliki keberanian untuk menegakkan hukum secara tegak lurus dengan mencopot Dirut BUMD dan menangkap para aktor intelektualnya? Atau justru memilih bungkam dan membiarkan kekayaan alam Serumpun Sebalai kembali dijarah habis oleh para mafia? DPP CIC akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas.
“Siapapun yang membackingi para cukong segera diproses secara hukum, hukum jangan tumpul keatas, tapi tajam kebawah,” pungkasnya.
(PN)












