Globalnewas7.id,Karimun– Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Tanjung Balai Karimun, Tri Wahyudi, menegaskan komitmen jajarannya dalam memberantas peredaran rokok dan minuman keras ilegal demi melindungi masyarakat serta menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Dalam keterangannya, Tri Wahyudi menyampaikan bahwa Bea Cukai Karimun terus mengintensifkan pengawasan melalui operasi pasar terpadu yang melibatkan berbagai instansi, termasuk Satpol PP Kabupaten Karimun. “Kami tidak akan memberikan ruang bagi peredaran barang kena cukai ilegal. Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat dan menjaga penerimaan negara,” tegasnya.
Operasi yang digelar pada 6 hingga 12 April 2026 tersebut berhasil mengamankan 16.346 batang rokok ilegal dan 5,76 liter minuman mengandung etil alkohol (MMEA) golongan C tanpa pita cukai. Total nilai barang diperkirakan mencapai Rp27,8 juta, dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan sebesar Rp12,2 juta.
Tri Wahyudi menambahkan, selain penindakan, pihaknya juga mengedepankan pendekatan edukatif kepada para pedagang. Petugas di lapangan memberikan pemahaman terkait ciri-ciri rokok ilegal, seperti pita cukai palsu, pita cukai bekas, hingga produk tanpa pita cukai. “Kami ingin membangun kesadaran bersama agar para pelaku usaha tidak terlibat dalam peredaran barang ilegal,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan capaian penindakan sepanjang Triwulan I 2026 yang menunjukkan ketegasan Bea Cukai Karimun. Di antaranya penindakan terhadap 444.921 batang rokok ilegal, pakaian bekas, hingga barang terlarang seperti narkotika dan uang tunai lintas negara yang tidak dilaporkan sesuai ketentuan.
“Penindakan ini bukan hanya soal angka, tetapi bagaimana kami memberikan efek jera sekaligus memperkuat kepatuhan masyarakat terhadap hukum,” jelasnya.
Tri Wahyudi memastikan ke depan pengawasan akan terus diperketat, terutama di wilayah perbatasan seperti Kabupaten Karimun. Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam melaporkan peredaran barang ilegal.
“Sinergi antara aparat dan masyarakat adalah kunci utama. Dengan kebersamaan, kita bisa mewujudkan lingkungan yang bersih dari barang ilegal serta menjaga kedaulatan ekonomi bangsa,” pungkasnya.
(Cecep cahyana)












