Soroti Kasus Harun Masiku: Cermin Buram Penegakan Hukum di Indonesia

Jakarta,Globalnews7.id —Aktivis sekaligus pengamat sosial, Burhanuddin, angkat bicara terkait kasus buronan Harun Masiku yang hingga kini belum tertangkap. Menurut Burhanuddin, kasus ini mencerminkan lemahnya koordinasi antar-penegak hukum dan perlunya evaluasi serius dalam penegakan hukum di Indonesia.

“Sudah lebih dari empat tahun sejak kasus ini mencuat, tetapi keberadaan Harun Masiku masih menjadi misteri. Ini menandakan ada persoalan mendasar yang perlu dibenahi, baik dari segi koordinasi lembaga penegak hukum maupun komitmen dalam memberantas korupsi,” ujar Burhanuddin dalam pernyataannya, Selasa (17/12/2024).

Burhanuddin, yang dikenal vokal dalam isu-isu antikorupsi, menilai bahwa penanganan kasus Harun Masiku juga mengurangi kepercayaan publik terhadap upaya pemberantasan korupsi. “Ketidakmampuan menangkap Harun Masiku selama bertahun-tahun adalah preseden buruk. Ini bisa menjadi cermin buram bagi upaya penegakan hukum di negara kita,” tegasnya.

Lebih lanjut, Burhanuddin mendorong KPK dan aparat penegak hukum lainnya untuk transparan dalam menginformasikan perkembangan kasus ini. “Masyarakat punya hak untuk tahu sejauh mana penanganan kasus ini. Jangan sampai muncul anggapan ada pihak-pihak tertentu yang sengaja melindungi buronan tersebut,” ujarnya.

Kasus Harun Masiku bermula dari operasi tangkap tangan KPK pada Januari 2020 yang melibatkan Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Harun diduga memberikan suap terkait pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR dari PDIP. Namun, hingga kini Harun Masiku masih berstatus buronan.

Burhanuddin menutup pernyataannya dengan mengajak publik untuk terus mengawal kasus ini agar tidak tenggelam dalam dinamika politik. “Keberhasilan memberantas korupsi bukan hanya tugas aparat, tapi tanggung jawab kita bersama. Masyarakat harus tetap kritis dan awas,” pungkasnya.

Kasus Harun Masiku menjadi pengingat bahwa pemberantasan korupsi masih menghadapi tantangan besar. Apakah aparat penegak hukum mampu menjawab harapan publik atau justru semakin kehilangan kepercayaan? Waktu yang akan menjawab.(pemred)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *