Terdakwa ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 5 Miliar

  • Share

AMBON,Globalnews7.id
Ria Poceratu duduk di kursi pesakitan sebagai terdakwa gara-gara menggelapkan uang perusahaan CV Dian Pertiwi.Dan uang yang digelapkan jumlahnya bukan kaleng-kaleng bos,mencapai Rp 5 miliar 500 ribu bayangkan.

Hal itu membuat majelis hakim yang dipimpin Orpha Marthina Cs bingung .
Sodara tau tidak itu bukan jumlah sedikit loh,bayangkan bisa sampai 5 miliar lebih itu,”ujar hakim ketua Marthina Orpha kepada terdakwa Ria Poceratu di persidangan,Selasa(21/11/2023)di PN Ambon.

Ironisnya,terdakwa mengaku uang sebanyak itu kini tak bersisa sepersen pun.Jadi semua habis di gunakan?tanya Hakim Ketua Orpha didampingi hakim anggota Ismail Wael dan Rahmat Selang itu.

Ditanya seperti itu,terdakwa terdakwa Ria tertunduk lesu sebelum menjelaskan kalau semua uang yang digelapkan itu dipakai untuk judi online,”akui terdakwa Ria Poceratu.

Mendengar jawaban terdakwa seperti itu,hakim anggota Ismail Wael menukas,kalau terdakwa Ria memberi uang yang digelapkan itu kemungkinan besar diberikan kepada sang suami ,”kanapa suami seng kasi kalot saja,lalu Jang barmain judi lagi,”seloroh hakim Wael.

Sesuai fakta persidangan,terdakwa mengaku,sebelumnya dia bertugas di Toko Dian Pertiwi Urimeseng,sebagai pengganti bendahara yang berhenti.Sementara jabatan terakhir terdakwa sebelum dipidana adalah bendahara pada CV Dian Pertiwi Poka dengan gaji lumayan sebesar rp.7 juta.
Bukan saja itu,Ria juga di fasilitasi dengan rumah tinggal sebagai milik pribadi.

Terdakwa juga nengaku,dari hasil main judi slot online tersebut dia tak pernah menang judi Awal pertama akuinya,dia bermain judi slot dengan modal awal rp.20 juta.

Kemudian Rp 40 juta dan seterusnya,hingga rp.5 miliar lebih itu,namun terdakwa tak pernah menang judi sekalipun.Satu-satunya sisa duit yang digelapkan terdakwa dipakai membeli satu unit motor RX king bekas seharga rp.20 juta untuk suaminya pakai ojek.
(N-05)

editor burhan

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *