Jakarta,Globalnews7.id -Petugas Lapas Kelas II A Salemba, Jakarta Pusat, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba oleh seorang wanita berinisial EN (35) yang nekat menyembunyikan narkotika jenis sabu di dalam alat vitalnya. EN diketahui datang untuk menjenguk suaminya, seorang narapidana berinisial F yang tengah menjalani hukuman terkait kasus narkoba.
Kepala Lapas Kelas II A Salemba, Beni Hidayat, mengungkapkan peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (22/10/2024). “Kami mengamankan EN saat hendak menyelundupkan narkoba,” jelasnya kepada wartawan, Rabu (24/10/2024). Barang bukti yang diamankan berupa sabu seberat 4,95 gram dan 6 butir ekstasi, yang disimpan dalam dua bungkusan dan dilakban hitam.
Gerak-gerik EN yang mencurigakan membuat petugas segera melakukan pemeriksaan intensif. βEN hendak membesuk FR, warga binaan kami, yang sedang menjalani hukuman pidana 5 tahun 6 bulan terkait narkoba,β ujar Beni.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, menjelaskan bahwa EN terlihat gugup saat melalui pemeriksaan keamanan. Setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan narkoba yang dibungkus aluminium foil dan lakban hitam di dalam tubuh EN. Berdasarkan pengakuannya, EN diperintahkan oleh suaminya untuk membawa narkoba tersebut dan dijanjikan upah sebesar Rp2 juta, namun ia hanya menerima Rp1,5 juta dalam dua kali transfer.
Menurut Ade Ary, EN menerima paket narkoba dari seorang kurir di sebuah kos di Jalan Paninggaran, Jakarta Selatan, sehari sebelum kejadian. Paket tersebut kemudian dibawa ke Lapas Salemba dan disembunyikan sesuai arahan suaminya.
Barang bukti narkoba dan tersangka EN kini telah dibawa ke Polsek Cempaka Putih untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ade Ary menyatakan pihaknya masih mendalami tujuan penyelundupan tersebut, apakah untuk konsumsi atau peredaran di dalam lapas. “Petugas Lapas Salemba sangat teliti sehingga kami dapat segera melakukan tindakan lebih lanjut bersama Polsek Cempaka Putih,” tegasnya.
Beni Hidayat menambahkan bahwa pengamanan dan pengawasan di Lapas Salemba akan terus ditingkatkan untuk mencegah kejadian serupa.
(AM thalib)












