Daerah  

Bakal Ada Tersangka Baru di Kasus Suap Mantan Walikota?

Ambon,globalnews7.id

Sejumlah nama sudah muncul di ruang sidang,mereka di duga, ikut menikmati hasil suap kasus yang menjerat mantan Walikota Ambon,Ricard Louhenapessy,Benarkah?
Kasus suap Gerai Alfamidi,di kota Ambon telah menggiring mantan Walikota Ambon,Ricard Louhenapessy,ke meja hijau Pengadilan Tipikor Ambon, RL sebutan akrab politisi golkar itu,tidak sendiri setidaknya,ada Amri dan Andre ikut berstatus terdakwa dalam perkara suap ini.

Andre salah satu ASN Pemkot Ambon dan Amry merupakan orang yang di duga menyuap mantan Walikota Ambon.Tapi pengembangan kasus perkara suap ini,kabarnya tidak berhenti pada tiga tersangka yang kini telah berstatus terdakwa.
Informasi yang di himpun globalnews menyebutkan,Fakta-fakta baru yang terungkap dengan persidangan bakal jadi bukti permulaan baru bagi KPK untuk menindaklanjuti kasus ini.KPK yang bertugas membabat habis virus-virus koruptor yang ada di lingkup pemkot Ambon,dipastikan bakal bergerak.

Direktur MCW,Hamid Fakaubun menyebutkan,lembaga anti rasua ini punya budaya membabat habis setiap peran keterlibatan oknum-oknum pejabat korup tanpa kompromi.Selakupegiat anti korupsi saya optimis besar,kalu kasus suap yang menjerat mantan Walikota ini bakal panjang, “sebutnya kepada globalnews7 kemarin.
Menurut dia,setiap perang oknom-oknum pejabat di lingkup Pemkot Ambon tak bisa berlari jauh atau beralibi, pasalnya setiap keterangan dan data sudah tercatat.

Banyak kasus suap yang ditangani KPK,umumnya semua dan sekecil apapun keterlibatan mereka pasti disidik,penyidik-penyidik profisional di KPK, “kata dia.
Dia juga mencontohi,seperti kasus di Balai jalan Maluku, beberapa tahun lalu,dimana setiap peran keterlibatan semua masuk meja hijau,mulai dari pejabat politisi hingga pengusaha,Saya kira kasus suap di Balai jalan Maluku bisa jadi gambaran bagi kita bahwa kasus suap mantan Walikota Ambon ini,tidak akan berhenti pada tiga terdakwa saja,Saya sangat optimis itu, “terangnya.

Peran mantan Kadis PUPR Ambon,sudah mulai ramai di persidangan ini juga nanti bakal terungkap lagi peran-peran lain oknum-oknum pejabat di Pemkot Ambon.Misalnya ada bisik-bisik setelan mantan Kadis PUPR Ambon,bakal terungkap juga peran Kepala Keuangan kota,akan terungkap pada sidang-sidang berikutnya, “katanya.

Informasi lain yang di himpun globalnews,peran Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Apris Benel juga dipastikan bakal terungkap pada sidang selanjutnya.Hanya saja, seperti apa perannya dalam kasus suap yang menjerat mantan Walikota Ambon,belum terungkap.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya diduga rekening bank jadi penampung uang suap.Terutama mantan Kadis PUPR Kota Ambon Enrico Matitaputty.

Sejumlah pihak berpotensi jadi tersangka di peradilan tipikor dengan terdakwa Ricard Louhenapessy dan Endrew Erin Hehanussa.Semua mesti dipertimbangkan oleh tim JPU komisi anti rasuah KPK RI.Peran mereka terungkap dipersidangan Pengadilan Tipikir Ambon.

Jadi yang musti (KPK)tetakan itu ada beberapa,antara lain Enrico Matitaputty, “cetus Edward Diaz kepada globalnews saat skorsing sidang di Pengadilan Tipikor Ambon,rabu(22/12).
Menurut Edward para pihak tersebut diduga menjadikan nomor rekening bank mereka sebagai rekening penampung, terutama mantan kadis PUPR Kota Ambon Enrico Matitaputty terbukti berkontribusi kepada klien mereka Ricar Louhenapessy.

Kata dia nilainya juga tak tanggung-tanggung mencapai rp.1,7miliar,itu bukan kantong yang hitung loh!itu hasil kalkulasi sementara majelis hakim,Pak hakim wakil ketua Wilson Shriver yang sampaikan di persidangan,itu fakta persidangan, “terang penasehat hukum Ricard Liuhenapessy itu.
Sementara total uang gratifikasi rp.11milyar yang didakwakan tim JPU KPK terhadap Ricard itu berasal dari Enrico,dari para kontraktor yang nenang proyek bahkan uang-uang tersebyt belum di kembalikan.

Jadi wajar pihaknya mendesak jaksa menetapkan Enrico Matitaputty sebagai tersangka,”kata dia.
Sementara itu penasehat hukum terdakwa Andrew Erin Hehanussa menyimpulkan, seharusnya bukan kliennya saja terdakwa sebab,sejumlah nama punya peran dan terungkap di persidangan.Sehingga mereka patut ditetapkan tersangka oleh tim jaksa KPK.
Berdasarkan fakta persidangan ada beberapa nama yang punya peran signifikan,yaitu Imanuel Noya,Herfianto,Novi Ekleus Warella, Karlen Walter Diaz,orang perwakilan Mess Maluku di jakarta itu, “kata Odlyn Tarumere SH kepada globalnews.

Imanuel Noya PNS Honorer,Herfianto dan Karlen Walter Diaz adalah ASN aktif ketiganya terungkap menjadikan rekening mereka sebagai penampung.
Hal senada,Novi Ekleus Warella,menampung uang dari para kontraktor sebelum di transfer ke rekening terdakwa Ricard Louhenapessy.

Jurnalis (Nn-05)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *