Daerah  

JALAN PUTUS DITERJANG LONGSOR, SATGAS PRR TURUN LANGSUNG KE PADANG PARIAMAN

Globalnews7.id,Pariaman– Ketika longsor memutus akses jalan, aktivitas masyarakat ikut terhenti. Petani kesulitan membawa hasil pertanian, anak-anak sekolah harus mencari jalur alternatif, sementara mobilitas warga menjadi semakin terbatas.

Kondisi tersebut mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman.

Bukan menunggu laporan dari kejauhan, Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi kerusakan sekaligus mencari langkah penanganan yang dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Peninjauan dilakukan di sejumlah titik terdampak bencana di Padang Pariaman, termasuk kawasan Korong Sungai Pingai, Nagari III Koto Aur Malintang, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, yang mengalami kerusakan badan jalan akibat longsor.

Turut mendampingi peninjauan tersebut Bupati Padang Pariaman Dr. H. John Kenedy Azis, S.H., M.H.

BUKAN HANYA JALAN YANG TERPUTUS

Di lokasi, kondisi badan jalan yang terputus menjadi perhatian karena jalur tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat.

Jalan itu digunakan sebagai akses aktivitas sehari-hari warga, termasuk bagi masyarakat yang bergerak di sektor pertanian. Jalur tersebut juga menjadi penghubung antarwilayah hingga menuju Kabupaten Agam.

Bagi masyarakat, putusnya jalan berarti lebih dari sekadar gangguan lalu lintas.

Ada aktivitas ekonomi yang ikut tertahan, ada anak sekolah yang harus mencari jalan lain, dan ada kebutuhan masyarakat yang harus tetap berjalan meski akses sedang terbatas.

Bupati Dr. H. John Kenedy Azis, S.H., M.H. mengatakan, kerusakan tersebut terjadi setelah wilayah Padang Pariaman kembali dilanda hujan lebat disertai angin kencang.

Beberapa titik yang sebelumnya masih dapat dilewati kini mengalami kerusakan yang lebih berat.

“Akibat cuaca ekstrem yang disertai hujan lebat dan angin kencang satu minggu lalu, jalan di titik ini putus sama sekali dan tidak bisa diakses,” ujar JKA.

Menurutnya, akses tersebut sangat vital bagi masyarakat karena selain menghubungkan korong dan nagari, juga menjadi salah satu jalur penghubung Padang Pariaman dengan Kabupaten Agam.

JKA: PENANGANAN HARUS DIPERCEPAT

Di tengah kondisi tersebut, Bupati JKA berharap kehadiran Satgas PRR dapat menjadi langkah awal untuk mempercepat penanganan.

Ia meminta agar kondisi jalan yang rusak dapat segera ditindaklanjuti sehingga masyarakat tidak terlalu lama menghadapi keterbatasan akses.

“Saya sangat berharap kepada Satgas Korwil Sumatera Barat agar kondisi ini dapat segera ditanggulangi dan ditindaklanjuti,” harapnya.

Pesan yang disampaikan JKA sederhana namun penting: keselamatan dan akses masyarakat harus menjadi perhatian utama.

Pemerintah daerah, kata JKA, akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar penanganan dapat dilakukan sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.

SATGAS PRR PASTIKAN KERUSAKAN DIPETAKAN

Ketua Tim sekaligus Ketua Tim Supervisi Satgas PRR, Brigjen Pol. Yopie Indra Prasetya Sepang, mengatakan peninjauan langsung diperlukan untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan.

Dari pemantauan tersebut, tim menemukan adanya sejumlah titik kerusakan baru akibat bencana.

“Di beberapa titik memang ada lokasi-lokasi baru. Seperti di tempat ini, terjadi longsor lagi,” ungkap Yopie.

Menurutnya, kerusakan tersebut menyebabkan akses masyarakat kembali terganggu.

Satgas PRR akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman untuk membahas langkah penanganan agar proses pemulihan dapat dilakukan lebih cepat.

“Kami akan mencoba mendiskusikan, sesuai dengan permintaan Pak Bupati Padang Pariaman, bagaimana supaya penanganannya bisa lebih cepat dan segera,” ujarnya.

HARAPAN WARGA, JALAN KEMBALI TERBUKA

Bagi masyarakat, pemulihan jalan menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda terlalu lama.

Sebab, jalan adalah penghubung kehidupan. Di sanalah anak-anak menuju sekolah, petani membawa hasil kebun, warga beraktivitas, dan roda perekonomian bergerak.

Karena itu, turunnya Satgas PRR bersama pemerintah daerah langsung ke lokasi memberikan harapan baru bagi masyarakat terdampak.

Kerusakan telah dilihat, persoalan telah dipetakan. Kini masyarakat menunggu langkah nyata agar akses yang terputus kembali terbuka dan aktivitas sehari-hari dapat berjalan normal.

Bencana boleh datang dan menguji ketangguhan daerah.

Namun, dengan koordinasi, kepedulian dan kerja bersama, Padang Pariaman terus bergerak untuk bangkit dan memulihkan kehidupan masyarakat.
(Mkl – zaher)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *