Pematang siantar,globalnews7.id
Perampasan Tanah Masyarakat berjumlah 200 KK yang terjadi di kampung Gurilla, kotamadya Pematang Siantar oleh pihak Pengembang Perumahan diduga Menggunakan serta memperalat oknum pihak PTPN
Lebih dari 200 KK warga masyarakat kampung Gurilla , kotamadya Pematang Siantar yang sudah ber KTP serta memiliki NIK dan terdaftar pada pemilih pemilu, dan sudah menggarap tanah selama 20 Tahun, coba diusir oleh pihak pengembang perumahan di kampung Gurilla, mereka diintimidasi dan dilaporkan ke Polda dan polres Pematang Siantar oleh pihak PTPN 3, yang mana HGU PTPN 3 sudah mati sejak tahun 2004.

Persoalan perampasan tanah petani penggarap ini segera di Advokasi oleh organisasi *LBH GARDA NASIONAL* Jakarta, yang diketuai oleh Ganda Sirait, yang terbang langsung dari ibukota Jakarta menuju ke TKP kampung Gurilla, pematang Siantar. Miris melihat perlakuan oknum oknum suruhan dari pihak PTPN 3 yang menyewa para preman untuk mengintimidasi warga petani penggarap di kampung Gurilla tersebut, bahkan ada anak dari anggota petani penggarap yang dipukuli oleh preman preman suruhan oknum PTPN 3 tersebut.

Perjuangan mempertahankan hak sekitar 200 petani penggarap tersebut akan dibawa ke kantor menkopolhukam RI yang akan segera ditangani oleh tim percepatan Reformasi Hukum bidang agraria / pertanahan, supaya segera dipanggil Dirut dan komisaris PTPN 3 untuk segera mengklarifikasi alas hak tanah mereka yang diduga keras sudah mati alias sudah kadaluarsa dan coba dihidupkan lagi melalui penerbitan HGU yang aspal oleh oknum oknum di PTPN 3 untuk meraih keuntungan pribadi mereka.

mengingat kota pematang Siantar sudah mengalami pemekaran wilayah, dan ada keputusan walikota Pematangsiantar mengatakan bahwa dikota pematang Siantar tidak boleh ada lagi ada perkebunan sawit , mengingat sudah banyaknya penduduk/ padatnya wilayah di kota dan berkembangnya kota pematang Siantar yang diperbolehkan masih adanya perkebunan sawit PTPN 3 adalah di wilayah kabupaten Simalungun.
*LBH GARDA NASIONAL* Jakarta, yang datang saat warga kampung Gurilla merayakan hari kemerdekaan RI, merasa miris dan prihatin sekaligus kasihan melihat warga masyarakat beserta anak anaknya merayakan hari kemerdekaan RI, tetapi kenyataan dilapangan mereka masih dijajah, Diintimidasi pihak kepolisian RI ,/ negara Indonesia melalui perbuatan oknum oknum pihak PTPN 3.

Harapan kami bapak *Prof Dr Mahfud MD* selalu menkopolhukam RI sanggup dan segera menyelesaikan persoalan para petani penggarap di kampung Gurilla tersebut, yang sudah puluhan tahun menggarap tanah di sana.
(Ganda sirait/editor:burhan)












