Daerah  

PERJUANGAN WARGA NAGARI ANDURIANG PASCA BANJIR BANDANG SAMPAI SAAT INI. PADANG PARIAMAN

Globalnews7.id,Sumbar-Potret memilukan datang dari Nagari Anduriang, Kecamatan 2×11 Kayutanam, Kabupaten Padang Pariaman. Pascabanjir bandang atau galodo yang melanda wilayah ini pada November 2025, hingga hari ini tanggal 3 Mei 2026 warga masih harus bertaruh nyawa demi beraktivitas sehari-hari.

Jembatan utama yang amblas diterjang galodo belum juga dibangun kembali. Akibatnya, warga terpaksa menyeberangi derasnya Sungai Batang Anai menggunakan rakit drum darurat yang dirakit dari drum bekas dan kayu seadanya.Setiap pagi dan menjelang sore, pemandangan mendebarkan tersaji di Korong Lubuk Aur, Nagari Anduriang.

Derasnya arus sungai yang masih menyisakan trauma tak menyurutkan langkah warga, termasuk para pelajar, untuk menyeberang.Tanpa jembatan yang kokoh, rakit darurat yang bergantung pada seutas tali katrol ini menjadi satu-satunya urat nadi kehidupan. Rakit tersebut mengangkut harapan anak-anak sekolah, pedagang, hingga warga yang hendak menuju Pasar Kayu Tanam, meski bahaya selalu mengintai jika tali baja sewaktu-waktu putus diterjang arus.Sejak jembatan utama amblas, akses masyarakat nyaris terputus. Roda perekonomian melambat, sementara bantuan jembatan darurat belum juga dibangun.

Rakit drum ini bukan sekadar alat transportasi, melainkan simbol perjuangan warga melawan keterbatasan, sembari menanti pembangunan infrastruktur yang hingga kini belum terealisasi.Warga berharap pembangunan jembatan permanen maupun jembatan darurat segera dirampungkan, sebelum jatuh korban jiwa akibat nekat menyeberangi derasnya Sungai Batang Anai.

( Mustofa kamal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *