Daerah  

PSU Batu Gadang Kuranjihulu Terindikasi adanya keberpihakan Oknum Bamus dan Panitia pilwana

Globalnews7.id,Pariaman-Pemilihan Walinagari serentak di Kabupaten Padang Pariaman, tanggal 27 Juni 2026, melibatkan 73 nagari di 16 kecamatan. Namun satu Nagari yang menjadi sorotan tajam, Nagari Batu Gadang Kuranjihulu, Kecamatan Sungai Garinggiang yang tak lain adalah kampung Bupati Padang Pariaman.

Di sini, Pemungutan Suara Ulang (PSU) diputuskan, dan seketika memicu beragam pertanyaan di hati warga.Berdasarkan ketentuan Pasal 65 ayat (3) Peraturan Bupati Padang Pariaman Nomor 19 Tahun 2021,calon Wali Nagari yang memperoleh suara terbanyak dari jumlah suara sah ditetapkan sebagai calon Wali Nagari terpilih.

Kejanggalan yang Terjadi.

Warga menuding adanya keberpihakan dan kelalaian panitia. Diduga, sejumlah pemilih yang tidak berdomisili di nagari tersebut justru dibiarkan ikut mencoblos. Meski jumlahnya tercatat hanya 3–5 orang, namun selisih suara antar calon yang bertanding sangat tipis.

1 . M. Jamil = 356
2 . Jon Kenedi = 281
3 . Sufriadi, S. Pd = 555
4 . Zuherdi = 530

  • Sufriadi (Nomor Urut 3) unggul atas Zuherdi (Nomor Urut 4)
  • Selisih suara hanya 25 suara

Kejanggalan itu pun segera disebarluaskan para saksi. Tak tinggal diam, Zuherdi melaporkan langsung ke DPMD Padang Pariaman. Laporan itu berbuah keputusan Bupati mengabulkan Pemungutan Suara Ulang (PSU).

Pertanyaan Besar di mata. Warga

Ada hal yang membuat warga semakin bertanya-tanya. Ternyata, salah satu calon yang bertanding adalah kerabat dekat yaitu mamak dari seorang Kepala Daerah.

Pertanyaan pun meluncur begitu saja

Apakah ada udang di balik batu?”

Apakah kejanggalan yang terjadi murni kelalaian panitia, atau ada upaya yang sengaja diatur agar hasil berjalan sesuai kehendak pihak tertentu? Mengapa hal itu justru terjadi di kampung Bupati sendiri?. Bahkan TPS yang Bersengketa hanya satu TPS Kenapa sekarang PSU ditetapkan di Dua TPS. Ditambah belakangan ini ikut campurnya Oknum Bamus dalam Merekrut calon pemilih

Harapan Warga

PSU menjadi momentum untuk membuktikan: demokrasi harus bersih, jujur, dan transparan. Warga Batu Gadang Kuranjihulu berharap kali ini tak ada lagi celah, tak ada lagi kecurangan. Biarkan suara hati nurani rakyat yang berbicara tanpa rekayasa, tanpa tekanan, tanpa kepentingan siapapun.

Karena nagari ini bukan milik satu keluarga atau sekelompok orang. Nagari ini milik seluruh masyarakat. Dan pemimpin sejati adalah yang dipilih dengan keadilan, bukan dengan jalan pintas.
(Zaher)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *