Daerah  

Rehab Lahan Persawahan khusus Anggota Kelompok Tani Di Sipinang

Globalnews7.id,Pariman– Proyek rehabilitasi lahan sawah yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 di Korong Sipinang Nagari Anduriang, Kecamatan 2X11 Kayutanam, Kabupaten Padang Pariaman, menjadi sorotan,Rabu 6/5/2026.

Pasalnya, Sistim pelaksanaannya di kerjakan oleh Kelompok Tani,dengan sistim sewa alat berat senilai Rp 440.000./jam.disaat kami dari tim menelusuri kepada Ketua Kelompok tani Sinar matahari,Sirul yang jadi pelaksana proyek, beliau menjawab saya tidak tau menau dengan anggaran saya hanya berkewajiban menunjukkan patok lahan yang akan dikerjakan.

Sedangkan alat itu diurus langsung oleh yang punya alat. Yang saya tau alat dirental oleh dinas Rp 440.000./ jam. Sekarang sudah di bayar 150 jam. Kalau minyak dibeli sama orang mobil. Jawab Sirul dengan tegas dan jelas. Sementara selang waktu beberapa saat setelah Sirul berlalu masyarakat yang sawahnya sudah digarap tapi belum layak pakai datang sembari bertanya kepada kami. Pak apakah benar kami selaku pemilik sawah harus melansir minyak untuk alat, sebanyak 4 galon.

Jikalau tak sanggup melansir maka harus bayar uang langsir Rp 15.000 / galon. Jadi 15.000 X 4 = 60.000.kami hanya menjawab uang itu di setorkan sama siapa. Dengan jelas bapak tersebut menjawab saya bayar langsung ke pengurus kelompok tani pak. Plang Proyek.

Berdasarkan tulisan pada papan proyek yang baru dipasang beberapa hari terakhir, kegiatan ini dijadwalkan dimulai pada 13 Maret 2026 dan selesai pada 26 Mei 2026, dengan durasi pelaksanaan 75 hari kalender.Anggaran yang disiapkan mencapai Rp 157.275.000.dikelola Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Padang Pariaman, dan dilaksanakan oleh Kelompok tani CAHAYA MATAHARI. Namun, pantauan awak media di lokasi, pekerjaan fisik baru berlangsung beberapa minggu.

Ketidaksesuaian jadwal ini memicu pertanyaan about apa cause keterlambatan tersebut. Mengapa pekerjaan baru bisa dimulai belakangan, padahal secara administrasi tercatat sudah berjalan sejak Maret lalu?Awak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Ketua kelompok Tani. Pelaksana Kegiatan untuk mendapatkan penjelasan resmi terkait hal ini.Keterlambatan pelaksanaan dan ketidakjelasan penjelasan dari pihak pengelola proyek membuat masyarakat dan pihak terkait bertanya-tanya.

Apakah ada kendala administrasi, teknis, atau hal lain yang menyebabkan penundaan? Dan yang paling penting, bagaimana cara memastikan proyek rehabilitasi lahan sawah yang sangat dibutuhkan petani ini tetap berjalan dan selesai tepat waktu, sesuai manfaat yang diharapkan dari anggaran negara?Hingga saat ini, publik masih menunggu penjelasan resmi dari pihak berwenang terkait proyek yang terancam molor ini. Global News7 Id. akan terus memantau perkembangannya.

Namun yang sangat disayangkan walaupun pelaksanaan belum selesai, alat berat harus keluar hari ini mengingat jam kontrak habis. Diharapkan kepada Dinas Pertanian Padang Pariaman beserta inpestorat padang pariaman turun langsung meninjau kelayakan hasil yang dikerjakan. Disaat berita ini di tayangkan kami belum bisa terhubung dengan dinas pertanian kabupaten padang pariaman.

( Mustofa Kamal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *