STIH Adhyaksa dan Pertamina Gelar Seminar Internasional tentang ESG dan Perlindungan Data Menuju Indonesia Emas 2045

Jakarta,Globalnews7.id– Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Adhyaksa berkolaborasi dengan PT Pertamina (Persero) sukses mengadakan seminar internasional bertajuk “Energi, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) untuk Masa Depan Berkelanjutan dan Berkeadilan”. Seminar yang diadakan di Kejaksaan Agung ini menghadirkan pakar, akademisi, dan pembuat kebijakan nasional maupun internasional, yang berkomitmen membangun Indonesia berkelanjutan, inklusif, dan sejahtera sebagai wujud Indonesia Emas 2045.kamis(7/10/24)

Prof. Dr. Reda Manthovani, S.H., LLM., selaku Jaksa Agung Muda Intelijen, menegaskan dalam sambutannya bahwa ESG adalah pilar menuju visi Indonesia Emas 2045 yang berdaulat dan dihormati global. “Keberlanjutan dan tata kelola yang baik adalah fondasi masa depan berkeadilan, makmur, dan tangguh,” ungkapnya. Prof. Reda juga menyebut pentingnya energi bersih dan terjangkau sebagai prioritas, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG Nomor 7, yang mendukung perekonomian Indonesia serta kelestarian lingkungan.

PT Pertamina, sebagai pemimpin sektor energi nasional, diapresiasi atas komitmennya terhadap energi ramah lingkungan. Selain energi, Prof. Reda menyoroti kebijakan sosial yang memberdayakan seluruh masyarakat Indonesia menghadapi perubahan global. “Akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan ekonomi adalah prioritas untuk masyarakat sejahtera,” ujarnya. Ia juga menekankan perlindungan data dan keamanan digital sebagai hal krusial di era digital, mendukung tata kelola data yang baik.

Dalam seminar ini, Prof. Reda menyampaikan bahwa tata kelola yang baik adalah kunci transparansi dan akuntabilitas, pilar utama untuk mencapai Indonesia Emas 2045. “Sistem peradilan yang adil dan supremasi hukum akan membangun masyarakat kokoh dan ekonomi tangguh,” tambahnya. Ia pun mengapresiasi peran STIH Adhyaksa dalam mendorong diskusi akademik yang mendukung penerapan ESG secara menyeluruh.

Di penghujung sambutannya, Prof. Reda berharap seminar ini menghasilkan wawasan dan gagasan inspiratif dalam membangun Indonesia yang transparan, akuntabel, dan aman. “Indonesia Emas 2045 adalah visi kita bersama, hanya dengan kerja sama holistik kita dapat mewujudkan bangsa yang adil, makmur, dan berkelanjutan.”

Seminar ini juga menghadirkan narasumber penting, seperti Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Dr. R. Narendra Jatna, Resident Legal Advisor Tomika N.S. Patterson dari Departemen Kehakiman AS, Dekan Fakultas Hukum Universitas Recep Tayyip Erdogan Prof. Dr. Naim Demirel, Wakil Dekan Akademik Universiti Teknologi MARA Dr. Muhammad Umar Abdul Razak, dan Chief Legal Counsel PT Pertamina Atik Mulintika.

Dengan keberhasilan acara ini, diharapkan semangat kolaboratif ESG dapat terus berkembang demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju, transparan, dan berkelanjutan menuju tahun 2045.

(Burhan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *