Daerah  

Usut Penembakan di Saparua, Polisi Uji Proyektil Peluru di Labfor Makassar

Ambon, Globalnews7.id

Aparat kepolisian mulai menguji proyktil peluru yang dipakai penembak misterius menewaskan warga Itawaka Welma Hattu.
Welma Hattu guru honorer pada SMA 4 Porto -Haria,nyawanya tak bisa di selamatkan oleh para medis dan di RSUD Saparua pasca ditembak orang tak di kenal,Senen(15’/5)lalu.

Korban lain yang selamat,Ronald Papilaya,tertembak pada waktu yang hampir bersamaan di pipi kanan, dan saat ini masih di rawat di RSUD Saparua.
Saat ini kita akan uji proyektil peluru yan mengenai korban ke Labfor Makasar,tujuannya untuk mengetahui darimana asal proyektil itu,apakah dari senjata apai atau lainnya ‘”jelas Kapolda Maluku Irjen Lotharia Latif kepada wartawan di Ambon,Senen(22/5).

Kapolda mengatakan dalam waktu dekat hasil labfor sudah di terima sehingga penyidik dapat melakukan langkah-langkah selanjutnya untuk mengungkap pelaku.
Nanti kita lihat hasil labfornya dalam waktu dekat mungkin sudah keluar hasilnya, baru kita lakukan langkah-langkah selanjutnya, “katanya.
Kata, Kapolda selain mengengkap pelaku dirinya juga telah mengutus tim dokter untuk menangani korban lain yaitu,Ronald Papilaya.

Saya sudah kirim dokter untuk menangani korban luka yang sementara di rawat di RS agar mendapat penanganan yang lebih maksimal,”tandasnya.
Enam hari berlalu sejak penembakan dua warga Negeri Itawaka Kecamatan Saparua Timur Kabupaten Maluku Tengah,sene(15/5)lalu hingga saat ingin belum ada pemeriksaan dari aparat kepolisian.

terhadap kenerja Kepolisian Daerah Maluku,sejumlah warga Negeri Itawaka yang berdomisili di Kota Ambon pun meminya Kapolda Maluku untuk mengusut tuntas kasus yang mengakibatkan salah satu warga tewas.

Wami Papilaya,warga Negeri Itawaka mengatakan,pasca insiden penembakan tersebut,aparat kepolisian telah melakukan berbagi upaya seperti pengamanan temoat kejadian perkara,autopsi hingga pengujian balistik.

Kita mengapresiasi tindakan kepolisian melalui tim laboratorium forensik Polda Sulawesi Selatan atas kerja sama Polda Maluku dan Sulawesi Selatan ungkap Wemi.

Langkah ini kata Wemi, di lakukan guna menentukan senis senhata api yang di gunakan orang tidak di kenal,sebagai bukti petunjuk dalam menemukan tersangka penembakan.

Namun hingga saat ini kepolisian belum juga nelakukan pemeriksaan terhadap saksi yang melihat langsung kejadian penembakan tersebut.

Sudah emam hari setelah kasus penembakan tapi korban penembakan atas nama Ronald Papilaya dan Mesak Likumahua sebagi suami korban Elin Hattu maupun saksi belum dimintakan keterangan oleh penyidik pembantu atau penyidik sebagai saksi dan saksi korban, “ujarnya.

Menurutnya,semua tindakan hukum harus secara serius dilakukan oleh kepolisian.
Artinya jika semua alat bukti telah terpenuhi maka Kapolda dan jajaran secelatnya harus mengalihkan kasus inike tahap penyidikan.

Selain itu sebagai bentuk transparansi dalam proses penegakan hukum, Papilaya berharap setiap perkembangan penanganan kasus disamaikan kepada keluarga korban.
Sebagai warga Desa Itawaka akan terus mengawal proses penyidik oleh aparat penegak hukum hingga pada tingkat peradilan dan memperoleh kekuatan hukum tetap,sehingga ada keadilan bagi keluarga korban,”tegasnya.

Sebagaimana di beritakan tembakan yang dilepaskan penembak misterius,mengakibatkan korban Welma Hattu tewas.
Dia tertembak pada leher dan sempat dilarikan ke RSUD Saarua, namun nyawanya tidak dapat tertolong.

Informasi lain yang dihimpun menyebutkan penembakan terjadi sekitar pukul 15.30 WIT lokasi penembakan hanya berjarak 300 meter dari depak kantor Camat Saparua Timur.(N-05)

N-05 Editor Burhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *