Simalungun,globalnews7.id :
Badan Usaha Jalan Tol ( BUJT ) pada Proyek Jalan Tol Trans Sumatera ( JTTS ) yang menghubungkan Lima Puluh Kabupaten Batubara sampai Kisaran Kabupaten Asahan dengan progres seksi 2 sepanjang 32,15 km dengan nilai anggaran Rp 6,04 trilliun perlu diusut tuntas. Pasalnya diduga banyak terjadi unsur penyimpangan di dalam pengerjaannya.(kamis 20 juli 2023)
Dimana proyek pembangunan jalan tol ini nantinya akan menghubungkan sentra-sentra produksi daerah yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan, membuka peluang usaha baru terutama yang berada di sekitar jalan tol serta mempermudah akses ke berbagai destinasi wisata yang ada di Sumatera Utara dan sekitarnya.

Hasil investigasi awak media bersama tim saat melakukan pengecekan di lapangan, Selasa (11/7/2023) sekira pukul 16.30 WIB ada beberapa titik kordinat JTTS yang melintasi PTPN III dusun Hulu hingga PTPN IV Tinjowan Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara sudah berlubang – lubang hingga retak – retak pada progres lapisan kedua. Didugan bahan yang dipakai tidak sesuai campuran spesifikasi ataupun kadar tanah timbunan kurang padat sehingga terjadi penurunan badan jalan.
Dan jika diamati lebih jauh pada proyek pembangunan badan usaha jalan tol ( BUJT) tersebut sudah ditumbuhi rumput – rumput hijau pada pori – pori lubang hingga tampak lebat dan berkembang biak di sepanjang jalan. Selain hal di atas tampak besi cor muncul ke permukaan sebagai akibat retakan badan jalan. Diduga campuran spesifikasi bahan tidak sesuai bestek.

Diminta lembaga terkait seperti Kejaksaan dan Badan Pemeriksa Keuangan, Kementrian PUPR hingga KPK agar memeriksa dan mengaudit dan mengusut tuntas anak perusahaan BUMN PT. HK ( Hutama Karya ) Persero & PT.PP ( Pembangunan Perumahan ) Persero sebagai pelaksana proyek
(R.simbolon) editor:burhan












