Daerah  

Wattimury Dicopot Setelah Lalui Kajian DPP PDI Perjuangan

Ambon,globalnews7.id.

Proses pencopotan lucky wattimury dari jabatan bendahara DPD PDI Perjuangan dan ketua DPRD provinsi maluku, menurut mantan pengurus DPD PDI Perjuangan,Noverson Hukunala telah melalui proses dan tahapan yang panjang dan murni karena kesalahan terulang yang dilakukan wattimury bukan karena ada kepentingan yang lain.

Partai tidak dengan gampang mencopot seorang kader dari jabatannya kalau tidak karena kesalahannya sendiri.Pencopotan seorang kader dari posisi DPP itu sudah melewati berbagi kajian yang matang”,demikian kata hukunala pada wartawan lewat rellisnya sabtu malam 15/10/2022.

Hukunala menjelaskan,jika di urai maka di ketahui kalau,wattimury perna di panggil pada tanggal 11 september 2020 dan setelah itu DPP memberi warning kepada wattimury kembali di panggil oleh DPP tanggal 12 september 2022 lalu.

Masalah ini bukan yang pertama kal dan kalau sampai kedua kali saya kira wajar saja kalau DPP mengambil sikap melepaskan wattimury dari jabatan ketua DPRD maluku dan bendahara DPD PDI Perjuangan,”jelasnya.
Hukunalah menambahkan jika polemik yang dialami wattimury tidak ada sangkut pautnya dengan keterlibatan orang lain,namun murni kesalahannya sendiri.

Sebab tidak ada yang nengganjal wattimury sebagai kader senior di PDI Perjuangan maka wattimury pasti memahami,jika kesalahannya akan di sikapi dengan tegas oleh partai karena ini menyangkut harga diri dan marwa parati.

Disisi yang lain benar atau tidaknya manuver dari pihak tertentu untuk mengganjal wattimury terkait politik kota ambon maupun pada pesta rakyat di tahun 2024.

Menurut hukunala,pasti wattimury lebih mengetahui dengan baik,dirinya berharap pencopotan wattimury tidak lagi menjadi polimek berkepanjangan dan menjadi persoalan jika pencopotan itu ada kepentingan lain yang di gulirkan DPP.
Bukannya dipahami jika DPP tidak mungkin mengambil sikap jika tidak karena ada kesalahan yang di lakukan wattimury itu tidak bisa lagi di tolelir,”ujarnya.

Diakuinya jika nasalah yang di alami wattimury adalah persoalan pribadi,namun harus diingat bahwa wattimury terkait dengan jabatan yang diembannya sebagai kader,maka hukunala tidak bermaksud menyalahkan wattimurry bahkan tidak menuding siapa-siapa di dalam persoalaan ini namun oatut diketahui sebagai organisasi DPP PDI Perjuangan tidak dengan gampang memberikan sanksi kepada kadernya tanpa melalui tahapan dan proses yang panjang sebagai seorang kader partai,maka wattimury sangat memahami,jika partai akan bertindak membela kadernya jika tindakannya benar namun jika salah atau karena suatu kesalahan yang berulang naka sanksi tegas akan diberikan setelah melaui proses dan tahapan yang matang bukan dengan gampang,”ujarnya.

Tagal itu,kata hukunala pada persoalaan wattimury, DPP telah memanggil wattimury dan meminta klarifikasi bahkan wattimury di beri waktu satu minggu untuk melakukan klarifikasi kepada publik sebagai bentuk pertanggung jawaban pemberitaan ,namun sayangnya wattimury tidak melakukan instruksi DPP hingga pencopotan dilakukan apa yang dialami wattimury juga juga di alami oleh kader yang lain juga,jika melakukan kesalahan yang mencederai nama partai.Sebab kehadiran wattimury di lembaga yang terhormat membawa nama besar paratai,”tutup kader GMNI ini.

(Nnlive) editor; (burhanuddin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *